Menhan Arab Saudi Khawatir Israel Jadikan Riyadh Target Serangan

Jakarta, Denting.id – Menteri Pertahanan Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, mengungkapkan kekhawatiran bahwa Israel berpotensi menjadikan Arab Saudi sebagai target serangan setelah menyerang Iran dan Turki.

Kekhawatiran tersebut diungkapkan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB.

Menurut Rezaei, Pangeran Khalid bin Salman menyampaikan kekhawatiran itu dalam pertemuan empat negara yang melibatkan Arab Saudi, Turki, Pakistan, dan Iran di kompleks Saadabad, Teheran, Senin pekan lalu.

Rezaei menyebut para pejabat dari Riyadh, Ankara, dan Islamabad menunjukkan sikap tegas menentang Israel dalam pertemuan tersebut.

“Pangeran Khalid mengatakan bahwa setelah Anda, Israel akan mengejar Turki, dan kemudian mereka akan menyerang kami, Arab Saudi,” kata Rezaei, seperti dikutip dari Kurdistan24, Senin (2/11/2026).

Ia bahkan menilai komitmen Arab Saudi dalam menentang Israel semakin kuat.

“Saya pikir mereka bahkan menjadi lebih Hizbullah daripada banyak teman kami sendiri,” ujarnya.

Rezaei juga mengungkapkan bahwa Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, turut menyinggung ancaman Israel. Munir disebut menyoroti hubungan yang semakin erat antara India dan Israel dalam menghadapi negara-negara Islam dan Pakistan.

Lebih lanjut, Rezaei mengatakan keempat negara sepakat melanjutkan pertemuan tersebut. Menteri luar negeri Arab Saudi, Turki, dan Pakistan juga berpeluang mengunjungi Iran untuk menggelar pembicaraan lanjutan.

Arab Saudi, Turki, dan Pakistan diketahui merupakan anggota Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah yang ditandatangani pada 7 Agustus. Dalam perjanjian tersebut, serangan terhadap salah satu negara anggota diperlakukan sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Meski demikian, Arab Saudi dan Turki menegaskan bahwa pakta tersebut bersifat defensif dan tidak ditujukan kepada negara mana pun.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebut kunjungan Pangeran Khalid bin Salman ke Teheran sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan, mendorong dialog, serta mendukung solusi diplomatik melalui mediasi Qatar dan Pakistan.

Namun, pemerintah Arab Saudi tidak mengonfirmasi pernyataan Rezaei mengenai kekhawatiran bahwa Israel berpotensi menjadikan negaranya sebagai sasaran serangan.

Baca juga: Trump Yakin Perang AS-Iran Segera Berakhir, Akui Stok Rudal Canggih Mulai Menipis

Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya Iran menggambarkan pertemuan empat negara itu sebagai bentuk keselarasan sikap regional. Di sisi lain, Amerika Serikat tengah mempersiapkan kemungkinan melancarkan serangan baru terhadap Iran setelah pemilu sela pada 3 November.

Dalam wawancara yang sama, Rezaei juga mengatakan Iran telah membaca surat dari Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance, tetapi belum memberikan jawaban.

Ia menambahkan, Iran hingga kini belum mengambil keputusan untuk mengubah doktrin nuklirnya.

Editor: Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai