Jakarta, denting.id – Arah pembangunan sektor industri nasional tahun 2026 mulai dibahas di parlemen. Komisi VII DPR RI menggelar rapat kerja bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita untuk mengulas evaluasi kinerja sekaligus rencana program strategis Kementerian Perindustrian ke depan.
Rapat kerja tersebut berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, dan merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap kebijakan, anggaran, serta ruang lingkup kerja kementerian sesuai ketentuan perundang-undangan.
“Pada hari ini yang kita lakukan juga adalah melakukan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah,” ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty saat membuka rapat.
Dalam rapat tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita hadir bersama Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza serta jajaran pejabat Kementerian Perindustrian. Evita memastikan rapat telah memenuhi kuorum dengan kehadiran 26 anggota Komisi VII DPR RI dari seluruh fraksi.
Pembahasan rapat diawali dengan evaluasi pelaksanaan program dan kinerja Kementerian Perindustrian sepanjang tahun 2025, sebelum berlanjut ke pemaparan rencana kerja dan target sektor industri pada tahun 2026.
“Setiap rapat DPR RI bersifat terbuka kecuali dinyatakan tertutup,” kata Evita menegaskan.
Sementara itu, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan sejumlah target utama sektor industri pada 2026. Pemerintah menargetkan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas (IPNM) sebesar 5,51 persen dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 18,56 persen.
Selain itu, peran industri dalam ekspor nasional juga ditargetkan meningkat hingga 74,85 persen dari total ekspor nasional.
“Dari sisi ketenagakerjaan, industri diharapkan mampu menyerap 14,68 persen dari total tenaga kerja nasional, dengan produktivitas tenaga kerja mencapai Rp126,2 juta per orang per tahun,” ujar Agus.
Rapat kerja tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan arah kebijakan industri nasional berjalan selaras dengan target pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja ke depan.
