BOGOR, Denting.id– Bulan Ramadan 2026 menjadi momen penuh berkah bagi umat Muslim. Namun, perubahan pola makan dan waktu tidur kerap menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi para pekerja yang tetap harus menjalankan aktivitas seperti biasa.
Selama Ramadan, tubuh beradaptasi dengan jadwal sahur dan berbuka puasa. Perubahan tersebut dapat memengaruhi tingkat energi dan konsentrasi, terutama pada siang hari. Jika tidak dikelola dengan baik, rasa lelah berpotensi menurunkan produktivitas kerja.
Agar tetap optimal, pekerja perlu menerapkan strategi pengaturan waktu yang tepat tanpa mengorbankan ibadah maupun kesehatan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah menyusun prioritas pekerjaan sejak pagi hari, ketika kondisi tubuh masih relatif segar. Tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi sebaiknya diselesaikan lebih awal.
Selain itu, menjaga kualitas istirahat menjadi faktor penting. Waktu tidur perlu diatur agar tetap cukup meski harus bangun lebih awal untuk sahur. Pola makan saat sahur juga perlu diperhatikan dengan memilih menu bergizi seimbang serta mencukupi kebutuhan cairan guna membantu menjaga stamina sepanjang hari.
Pengaturan ritme kerja yang realistis turut berperan besar. Pekerja dapat memanfaatkan waktu istirahat untuk relaksasi ringan agar tubuh tidak terlalu tegang. Di sisi lain, aktivitas ibadah tetap dapat dijalankan secara teratur melalui manajemen waktu yang disiplin.
Dengan strategi yang tepat, Ramadan tidak hanya menjadi bulan peningkatan spiritual, tetapi juga momentum untuk melatih kedisiplinan dan pengelolaan diri. Produktivitas kerja tetap terjaga, sementara kesehatan dan kualitas ibadah pun tidak terabaikan.

