Jakarta, Denting.id – Pemerintah Qatar mengungkapkan bahwa mereka terus menjalin komunikasi intensif dengan Amerika Serikat (AS) dan Iran di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, mengatakan Doha saat ini aktif melakukan kontak dengan berbagai pihak demi mendorong upaya diplomatik dan mencegah eskalasi perang yang lebih luas.
“Kontak akan terus berlanjut,” kata al-Ansari saat ditanya mengenai komunikasi dengan Presiden AS, Donald Trump, seperti dilaporkan Al Jazeera, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, komunikasi juga berlangsung antara para pemimpin negara-negara Teluk dengan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.
Al-Ansari turut menanggapi keputusan Trump yang menunda serangan militer terhadap Iran setelah adanya permintaan dari Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).
“Ya, itu berarti respons yang baik,” ujarnya.
Terkait hubungan dengan Iran, Qatar mengakui tetap menjaga komunikasi positif dengan Teheran meskipun situasi sempat memanas.
“Kami terus menjalin kontak dengan Iran dan kedua negara memiliki hubungan positif,” katanya.
Namun demikian, ia juga menyinggung serangan Iran terhadap wilayah Qatar yang disebut menjadi ancaman serius bagi hubungan kedua negara.
“Iran telah memilih untuk menyerang Qatar, dan ini merupakan ancaman bagi hubungan antara kedua negara,” tambahnya.
Al-Ansari menjelaskan bahwa negosiasi antara AS dan Iran yang dimediasi Pakistan masih membutuhkan waktu lebih panjang untuk mencapai kesepakatan damai permanen.
“Kami mendukung upaya diplomatik Pakistan yang telah menunjukkan keseriusan dalam mempertemukan pihak-pihak terkait dan menemukan solusi, dan kami percaya bahwa hal itu membutuhkan lebih banyak waktu,” ujarnya dalam konferensi pers yang dikutip AFP.
Menurut Qatar, negara-negara Teluk menjadi kawasan yang paling berisiko terdampak apabila konflik terus meningkat.
“Kami ingin melindungi masyarakat di wilayah ini agar tidak menjadi pihak yang paling dirugikan jika terjadi eskalasi di wilayah tersebut,” tutur al-Ansari.
Sebelumnya, Trump memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu di tengah tekanan politik domestik dan meningkatnya kekhawatiran global atas perang yang berkepanjangan.
Baca juga: Iran Ancam Serang Pasukan AS di Selat Hormuz, Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas
Pada Senin (18/5/2026), Trump sempat menyatakan telah menyiapkan opsi serangan militer baru terhadap Iran. Namun di hari yang sama, ia mengumumkan penangguhan serangan tersebut setelah menerima permintaan dari para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab agar negosiasi tetap diberi kesempatan berlangsung.

