Jakarta, Denting.id – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar rapat kabinet keamanan pada Senin (18/5/2026) untuk membahas kemungkinan kembali pecahnya konflik bersenjata dengan Iran.
Dilansir Anadolu Agency yang mengutip harian Israel Hayom, Selasa (19/5/2026), rapat tersebut dilakukan sehari setelah Netanyahu mengadakan pembahasan serupa bersama jajaran kabinet usai percakapan telepon dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Dalam komunikasi tersebut, kedua pemimpin disebut membahas koordinasi “langkah berikutnya” terkait situasi Iran yang kembali memanas.
Israel Hayom mengutip sumber yang mengetahui pembicaraan dengan pihak AS menyebut bahwa kemungkinan serangan baru Washington terhadap Iran kini hanya tinggal menunggu waktu.
“Bukan soal apakah akan terjadi, tetapi kapan,” ujar sumber tersebut.
Sumber itu juga mengungkapkan bahwa operasi militer yang direncanakan nantinya akan berbeda dari serangan sebelumnya dan berpotensi menyasar lokasi-lokasi strategis Iran yang belum pernah disentuh dalam operasi terdahulu.
Selain itu, media Israel tersebut turut mengutip sumber keamanan yang menyatakan bahwa Israel telah melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan pecahnya kembali perang dengan Iran.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah sendiri terus meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Teheran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke wilayah Israel serta pangkalan sekutu AS di kawasan Teluk.
Konflik tersebut juga berdampak pada jalur perdagangan energi global setelah terjadi gangguan di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak paling vital di dunia.
Gencatan senjata antara kedua pihak mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan damai yang digelar di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.
Trump kemudian memperpanjang status gencatan senjata tanpa batas waktu yang jelas, sementara situasi keamanan di kawasan masih terus bergejolak.
Baca juga: Serangan Drone Israel Tewaskan Warga Gaza, Krisis Kemanusiaan Kian Memburuk
Sejak 13 April, AS juga diketahui memberlakukan blokade laut terhadap lalu lintas maritim Iran di kawasan strategis tersebut, yang semakin memperbesar kekhawatiran dunia terhadap potensi konflik berskala lebih luas di Timur Tengah.

