JAKARTA – Suasana haru menyelimuti rumah duka penyanyi Vidi Aldiano setelah kabar kepergiannya pada Sabtu (7/3/2026). Banyak rekan sesama musisi datang untuk memberikan penghormatan terakhir, termasuk Chua Kotak yang mengaku merasakan haru mendalam saat bertemu keluarga almarhum.
“Ini pertama kali saya bertemu dengan keluarga almarhum, dan masya Allah… pantas saja Vidi begitu baik. Keluarganya pun sangat baik,” tulis Chua Kotak melalui unggahannya di Instagram.
Menurut Chua, momen haru terasa ketika ia melihat langsung sikap ibunda Vidi, Besbarini, yang tetap menyambut para pelayat dengan hangat meski sedang berduka. Di tengah suasana haru, sang ibu bahkan menenangkan tamu yang datang sambil menangis.
Chua mengaku sempat terkejut melihat ketegaran keluarga almarhum. Dalam suasana haru di samping jenazah, Besbarini tetap menyalami para tamu satu per satu dan mengucapkan terima kasih kepada mereka yang datang melayat.
Ketegaran Orang Tua Vidi
Tidak hanya sang ibu, ayah Vidi, Harry Kris, juga menunjukkan sikap yang membuat suasana haru semakin terasa. Meski hujan deras mengguyur malam itu, ia tetap memperhatikan para pelayat yang datang.
Menurut Chua, di tengah suasana haru, Harry Kris bahkan memastikan para tamu tidak kehujanan saat datang ke rumah duka.
“Kalian nggak basah kan? Jangan sampai kehujanan ya,” ujar ayah Vidi kepada para pelayat, seperti diceritakan Chua.
Sikap penuh perhatian tersebut membuat banyak orang merasakan haru dan memahami dari mana sosok baik Vidi berasal.
Perjuangan Melawan Kanker
Seperti diketahui, Vidi Aldiano meninggal dunia pada usia 35 tahun setelah berjuang melawan kanker ginjal sejak 2019. Suami dari Sheila Dara Aisha itu menghembuskan napas terakhir di rumahnya didampingi keluarga.
Jenazahnya kemudian dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta, pada Minggu (8/3/2026). Kepergian sang penyanyi meninggalkan haru mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para penggemarnya yang selama ini mengikuti perjalanan kariernya.
