Bogor,Denting.id— Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan investor asal Tiongkok siap menggarap proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya. Hal tersebut disampaikan setelah pertemuan antara Pemerintah Kota Bogor dan Danantara bersama Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Kamis (12/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut dibahas perkembangan rencana investasi proyek PSEL yang diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk pengelolaan sampah di wilayah Bogor Raya sekaligus menghasilkan energi listrik.
Dedie Rachim menjelaskan bahwa setelah melalui proses seleksi, Danantara bersama Pemerintah Kota Bogor telah mendapatkan mitra investor untuk proyek tersebut, yakni Zhejiang Weiming Environment Protection.
Perusahaan tersebut merupakan perusahaan besar asal Tiongkok yang bergerak di bidang perlindungan lingkungan, khususnya pengolahan limbah padat dan teknologi waste to energy.
“Alhamdulillah kesempatan hari ini antara Danantara dan Pemerintah Kota Bogor sudah mendapatkan satu mitra untuk berinvestasi di waste to energy project di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Yang ditunjuk oleh Danantara adalah Zhejiang Weiming dari Tiongkok,” ujar Dedie.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat seluruh pihak yang terlibat akan menandatangani kerja sama proyek PSEL Bogor Raya yang dijadwalkan berlangsung pada 6 April 2026.
Menurut Dedie, proyek tersebut menjadi momentum penting bagi Kota Bogor karena masuk dalam tahap awal program waste to energy di Indonesia.
“Ini sebuah momentum sejarah bagi Kota Bogor, khususnya karena Kota Bogor masuk ke dalam salah satu dari tiga atau empat kota yang masuk ke dalam batch pertama dari program waste to energy,” katanya.
Sementara itu, Director Project and Stakeholder Management Danantara, Maulana Muhammad, menyampaikan bahwa proses pemilihan mitra telah dilakukan secara intensif selama sekitar empat bulan.
Dari proses tersebut, Zhejiang Weiming dipilih sebagai investor sekaligus operator dalam proyek PSEL Bogor Raya. Ia menyebut proyek tersebut ditargetkan mulai memasuki tahap pembangunan pada pertengahan tahun ini.
“Ke depannya nanti akan kita mulai lakukan groundbreaking pada bulan Juli dan diharapkan bisa segera beroperasi pada akhir tahun 2027,” ujar Maulana.
Vice President Zhejiang Weiming Environment Protection, Xiang Yihao, mengatakan pihaknya merasa terhormat dapat terlibat dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi di Bogor.
Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk memberikan dukungan terbaik agar program tersebut dapat berjalan optimal sekaligus berkontribusi terhadap lingkungan yang lebih bersih di Kota Bogor.
