Jakarta, Denting.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia bersama Perum Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di seluruh Indonesia guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Wakil Kepala Kepolisian RI, Dedi Prasetyo, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan di 36 Polda dan sekitar 500 Polres di berbagai daerah.
“Kegiatan ini dilaksanakan di 36 Polda dan sekitar 500 Polres,” kata Dedi di kawasan Jakarta Utara, Jumat.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bentuk komitmen Polri bersama pemerintah untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau menjelang Lebaran.
Dalam kegiatan ini, Polri menyalurkan sekitar 1.337.375 kilogram atau sekitar 1.337 ton beras kepada masyarakat di berbagai wilayah. Selain beras, masyarakat juga dapat memperoleh bahan pokok lain seperti gula, minyak goreng, tepung, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.
Di wilayah Polda Metro Jaya, kegiatan Gerakan Pangan Murah menyasar sekitar 3.000 penerima manfaat. Mereka terdiri dari buruh, pengemudi ojek daring, masyarakat umum, organisasi kemasyarakatan, hingga unsur keamanan lingkungan seperti linmas dan pokdar kamtibmas.
Selain penyaluran bahan pangan, Polri juga menggelar kegiatan bakti kesehatan yang memberikan layanan kepada sekitar 3.000 warga.
Dedi menegaskan, kegiatan ini juga bertujuan memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa stok pangan nasional dalam kondisi aman.
“Artinya, masyarakat tidak perlu panik, karena ketersediaan stok pangan nasional masih sangat mencukupi,” ujarnya.
Ia menambahkan, program Gerakan Pangan Murah tidak hanya dilakukan menjelang Idul Fitri, tetapi akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan hingga akhir tahun 2026.
Menurutnya, pada tahun ini Polri mendapatkan kuota sekitar 80.000 ton beras dari Bulog untuk disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program distribusi pangan.
“Kami akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Bulog untuk mendistribusikan pangan kepada masyarakat,” kata Dedi.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Bulog dan Polri dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan pada 2025 dan kembali digelar tahun ini untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan menjelang Idul Fitri.
Menurut Rizal, kegiatan ini juga dilaksanakan secara masif bersama berbagai pihak, termasuk Tentara Nasional Indonesia dan sejumlah kementerian terkait, guna mengantisipasi potensi panic buying di tengah masyarakat.
Ia juga memastikan kondisi stok beras nasional saat ini berada pada level yang sangat aman.
“Kami melaporkan bahwa stok beras nasional sampai hari ini mencapai sekitar 3,9 juta ton. Ini merupakan stok tertinggi di bulan Maret sepanjang sejarah Indonesia merdeka,” ungkapnya.
Ia memperkirakan pada akhir Maret 2026 stok beras nasional dapat mencapai sekitar 4,2 hingga 4,3 juta ton. Dengan target serapan Bulog sebesar 4 juta ton tahun ini, total stok beras nasional diproyeksikan bisa melampaui 5 juta ton pada akhir 2026.
Baca juga: Polda Jabar Gelar Gerakan Pangan Murah di Bandung, Sediakan 200 Ton Beras Jelang Idulfitri
Dengan kondisi tersebut, pemerintah bersama Bulog dan Polri optimistis stabilitas pangan nasional dapat terjaga hingga akhir tahun serta memastikan masyarakat dapat menyambut Idul Fitri dengan aman dan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok.
