Iwan Suryawan Ingatkan Risiko PJJ, Dorong Sekolah Tatap Muka dan Energi Terbarukan

Bandung, Denting.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan, mengingatkan bahwa kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) berpotensi berdampak pada perkembangan sosial dan karakter siswa.

Menurut Iwan Suryawan, interaksi langsung antara guru dan siswa di sekolah merupakan bagian penting dalam proses pendidikan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.

“Iwan menilai interaksi di sekolah bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kemampuan sosial siswa yang sangat krusial,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Pratikno tengah mengkaji opsi penerapan PJJ sebagai langkah pengurangan mobilitas guna menekan konsumsi energi nasional mulai April 2026. Kebijakan tersebut saat ini masih dalam tahap evaluasi.

Menanggapi hal tersebut, Iwan Suryawan kembali menegaskan dukungannya terhadap efisiensi nasional, namun dengan catatan sektor pendidikan tidak dikorbankan.

“Kami mendukung penuh upaya pemerintah pusat dalam efisiensi energi dan anggaran. Namun, pendidikan harus tetap berjalan tatap muka karena interaksi guru dan siswa tidak tergantikan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Ia juga mengapresiasi keterbukaan pemerintah pusat dalam menerima masukan dari daerah. Bahkan, Iwan mengusulkan agar anggaran efisiensi dialihkan untuk pembangunan laboratorium energi terbarukan di sekolah-sekolah.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Barat, terdapat sekitar 27.600 satuan pendidikan di provinsi ini. Iwan menilai jumlah tersebut merupakan potensi besar untuk menerapkan konsep bangunan ramah lingkungan guna mendukung efisiensi energi secara luas.

“Dengan jumlah sekolah yang besar, efisiensi bisa dicapai melalui modernisasi fasilitas, bukan dengan menutup ruang kelas,” tegasnya.

Baca juga: Iwan Suryawan Soroti Reaktivasi PBI Berbelit, DPRD Jabar Siap Geser Anggaran Demi Jaminan Kesehatan

Ia menambahkan, DPRD Jawa Barat berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ini agar pemerintah pusat tetap mengizinkan pembelajaran tatap muka, sekaligus mendorong transformasi sekolah menjadi institusi yang hemat energi dan berkelanjutan.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai