Kritik terhadap Trump Menguat, Dinilai Gagal dalam Konflik dengan Iran

Jakarta, Denting.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi gelombang kritik politik dan media di dalam negeri di tengah upayanya memasarkan negosiasi dengan Iran sebagai kesepakatan besar yang menguntungkan Washington.

Sejumlah pihak menilai Amerika Serikat justru mengalami kerugian strategis dan politik setelah konflik terakhir melawan Iran. Trump disebut berusaha membingkai kemunduran tersebut sebagai sebuah kemenangan diplomatik.

Perdebatan mengenai hasil perang itu ramai dibahas di media sosial Amerika dalam beberapa hari terakhir. Polemik semakin memanas setelah terbitnya artikel majalah The Atlantic berjudul Why Trump Lost karya jurnalis David Frum.

Dikutip Al Jazeera, Senin (25/5/2026), Frum menilai Trump kalah dalam konflik melawan Iran bukan semata karena kekuatan Teheran, melainkan akibat karakter dan gaya kepemimpinannya sendiri.

Menurut Frum, Trump terjebak dalam kesombongan, sikap gegabah, serta tidak memiliki strategi jelas dalam mengelola konflik. Ia juga menyebut Trump masuk ke perang dengan motif pribadi, padahal sebelumnya telah mengklaim sukses menghancurkan program nuklir Iran melalui serangan pada 2025.

“Jika target itu benar-benar sudah tercapai, lalu mengapa ia kembali berperang?” tulis Frum dalam artikelnya.

Artikel tersebut juga menuding Trump mengabaikan dukungan terhadap oposisi Iran dan menjalankan perang layaknya pertunjukan politik. Ketika popularitasnya menurun dan konflik berkepanjangan, Trump disebut mulai panik dan berupaya menjual kemunduran Amerika sebagai kemenangan besar.

Dalam tulisan itu disebutkan pula bahwa negosiasi yang kini berlangsung justru membuka peluang Iran mempertahankan sejumlah kepentingannya, termasuk pengaruh di kawasan Teluk dan Selat Hormuz.

Kritik muncul di tengah laporan bahwa Washington dan Teheran semakin dekat mencapai kesepahaman untuk menghentikan eskalasi konflik serta mengatur ulang isu pelayaran dan energi di kawasan Teluk.

Trump juga dituduh mulai melunak dari sikap keras yang sebelumnya ia gaungkan, terutama setelah di awal perang menyerukan penyerahan tanpa syarat dari Iran.

Di arena politik domestik Amerika Serikat, sejumlah tokoh Partai Demokrat menilai pemerintahan Trump telah menyeret negara itu ke konflik yang tidak diperhitungkan secara matang dan justru melemahkan posisi Washington di dunia internasional.

Senator Demokrat Chris Murphy mengatakan dirinya akan menyambut baik setiap kesepakatan nyata dengan Iran.

“Setiap hari perang gila ini berlanjut, Amerika semakin lemah,” ujar Murphy.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai