Jakarta, Denting.id – Arab Saudi dan Irak menegaskan penolakan terhadap penggunaan wilayah mereka sebagai lokasi atau jalur serangan dalam konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Penegasan tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama usai pertemuan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan dan Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein. Kedua negara menekankan pentingnya menghormati kedaulatan setiap negara, menjaga hubungan bertetangga yang baik, serta tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.
Selain membahas penguatan hubungan bilateral, kedua pihak juga menyoroti situasi keamanan regional. Mereka sepakat menolak penggunaan wilayah negara mana pun untuk mengancam keamanan dan stabilitas negara lain.
Irak kembali menegaskan komitmennya untuk tidak mengizinkan wilayah maupun ruang udaranya digunakan sebagai titik peluncuran serangan terhadap Arab Saudi, negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), maupun negara lain di kawasan.
Sementara itu, Arab Saudi menegaskan dukungannya terhadap keamanan dan stabilitas Irak, termasuk melalui penguatan kerja sama bilateral dan koordinasi yang dinilai penting bagi kepentingan kedua negara serta perdamaian kawasan.
Di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, Arab Saudi dan Irak menjadi dua negara yang tidak menjadi sasaran serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS di negara-negara Arab.
Baca juga: Warga Iran Dihantui Ketidakpastian Meski Gencatan Senjata Berlaku
Arab Saudi juga diketahui memiliki kerja sama pertahanan jangka panjang dengan Pakistan melalui pakta pertahanan strategis. Pakistan disebut aktif mendorong upaya mediasi antara AS dan Iran, sekaligus mengingatkan Teheran mengenai komitmen pertahanan bersama dengan Riyadh guna mencegah eskalasi konflik di kawasan.

