Kawal Pangan, Komisi IV DPR RI Minta Walkot Bogor Perketat Izin Alih Lahan

Bogor, Denting.id – Mengantisipasi semakin menyusutnya lahan pertanian akibat masifnya pembangunan, Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari, meminta Wali Kota Bogor untuk memperketat izin alih fungsi lahan.

Pernyataan ini disampaikannya sebagai bagian dari upaya mengawal ketahanan pangan daerah saat berdialog dengan awak media di Mako PWI Kota Bogor, Jumat (31/7/2026).

​Endang secara khusus menyoroti tantangan sektor pertanian di “Kota Hujan”, di mana lahan-lahan produktif terus tergerus oleh ekspansi kawasan perumahan dan industri.

​”Lahan di Bogor ini sudah habis untuk perumahan dan industri. Oleh karena itu, saya juga menghadap kepada Wali Kota Bogor agar bisa dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) guna mengurangi atau memperketat izin alih fungsi lahan,” tegas Endang.

Endang mengatakan, ​untuk menyiasati keterbatasan lahan yang ada saat ini, Komisi IV terus mendorong masyarakat Bogor untuk menerapkan urban farming atau pertanian perkotaan.

Solusi yang ditawarkan antara lain pemanfaatan sistem tanam hidroponik paralon maupun tabulampot (tanaman buah dalam pot).

​Lebih lanjut, terkait kondisi ketahanan pangan di tengah ancaman krisis iklim global (El Nino), Endang memastikan bahwa stok pangan nasional maupun ketersediaan di Kota Bogor saat ini dalam keadaan aman.

​”Ketahanan pangan kita sekarang berhasil. Walaupun banyak hoaks, saat ini di Perum Bulog tersedia cadangan 1,3 juta ton beras. Untuk Kota Bogor sendiri, alhamdulillah aman,” paparnya.

​Selain mengawal ketersediaan lahan dan stok cadangan pangan, Endang juga menegaskan dukungan penuh Komisi IV DPR RI terhadap langkah tegas Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dalam memberantas mafia beras. Ia menyoroti praktik tengkulak atau sistem “ijon” yang sangat merugikan petani.

​”Praktik mafia beras dan ijon ini sudah mengakar. Sebagai solusi, harus ada koperasi yang digerakkan untuk ikut membantu permodalan jika petani sedang kekurangan uang. Kami juga butuh peran wartawan untuk ikut mengawasi, karena jaringan mafia ini sangat rapi,” tambahnya.

​Menutup keterangannya, Endang memberikan apresiasi tinggi kepada kekompakan jurnalis PWI Kota Bogor. Ia mengajak insan pers untuk terus mengawal program-program pembangunan, khususnya yang selaras dengan visi ‘Asta Cita’ Presiden Prabowo Subianto.

​”Pesan Pak Prabowo: Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan wartawan, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Jadi silakan para wartawan bergabung mengakses program-program kami di Komisi IV untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai