BANDUNG,Denting.id – Lima chef dari lima hotel IHG di Bandung berkolaborasi menghadirkan sajian spesial dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.
Kolaborasi tersebut menghadirkan lima menu khas Nusantara yang dikemas dengan sentuhan modern dan konsep penyajian yang unik. Kelima hidangan dirangkai menjadi full meal course, mulai dari appetizer, soup, main course hingga dessert.
Kelima menu tersebut merupakan kreasi chef dari InterContinental Dago Pakar, Crowne Plaza Bandung, VOCO Bandung Setiabudi, Holiday Inn Pasteur, dan Hotel Indigo Bandung Dago Pakar.
Food and Beverages Manager VOCO Hotel Bandung, Whisnu, mengatakan setiap chef membawa satu menu yang menjadi andalan sekaligus merepresentasikan kreativitas masing-masing.
“Setiap chef akan bawakan satu item yang benar-benar jagoan, yang sudah benar-benar dikurasi, menu yang berarti bagi dirinya masing-masing,” kata Whisnu.
Menu kolaborasi tersebut tidak hanya tersedia saat momentum HUT RI. Masyarakat dapat menikmatinya hingga 31 Agustus 2026 di hotel IHG yang berpartisipasi.
Whisnu mengatakan kolaborasi ini menjadi awal dari rangkaian kolaborasi antarahotel IHG di Bandung. Setelah mengangkat kuliner Nusantara, kolaborasi berikutnya direncanakan mengeksplorasi hidangan internasional.
“Ini titik awal kolaborasi. Nanti akan ada step kedua, ketiga untuk kolaborasi IHG Bandung. Dari (menu) lokal dulu, nanti kita pelajari untuk yang internasional,” ujarnya.
1. Seared Tuna Sambal Dabu-dabu
Hidangan pembuka hadir lewat Seared Tuna Sambal Dabu-dabu karya Chef Mahesa Nugraha dari InterContinental Dago Pakar.
Tuna segar dipadukan dengan alpukat, sambal dabu-dabu, dan saus salsa. Perpaduan tersebut memberikan rasa segar sebelum masuk ke hidangan berikutnya.
Mahesa mengemas menu ini dengan konsep fusion, tetapi tetap menggunakan bahan-bahan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kita mixed fusion, bahan mayoritas dari Bandung. Tapi ikan tuna dari Lombok, wijen dari Jatim, alpukat dari Banjaran, kemangi Lembang, produksi di Bandung juga,” kata Mahesa.
2. Soto Ayam Kuah Bersantan
Untuk hidangan sup, Chef Reno Wahyu dari Crowne Plaza Bandung menghadirkan Soto Ayam Kuah Bersantan.
Berbeda dengan sajian hotel pada umumnya, soto ini justru dikemas sederhana dan dibuat menyerupai hidangan yang biasa ditemukan di warung atau rumah makan pinggir jalan.
“Ini adalah menu soto Jabar, ala pinggir jalan. Ingredients-nya sederhana, seperti yang ada di rumah,” ujar Reno.
Kuah santan yang creamy memberikan rasa gurih dan nyaman. Hidangan tersebut kemudian diberi sentuhan infused oil dari bawang merah dan bawang putih.
3. Gepuk Parahyangan
Hidangan utama pertama adalah Gepuk Parahyangan karya Chef Idwan Permana dari VOCO Bandung Setiabudi.
Menu ini mengangkat cita rasa khas Jawa Barat dengan konsep modern dan deconstructed. Gepuk disajikan bersama tutug oncom, jukut crispy atau selada air goreng, kerupuk tapioka, egg yolk, chilli caviar hingga coconut foam.
“Kita kebagian main course khas Jabar dicampur Padang. Gepuk dipresentasikan modern. Ada gepuknya di bawah, ada telur barendo, pepes tahu, ada juga nasi tutug oncom. Ada jukutnya,” kata Idwan.
Konsep deconstructed membuat setiap komponen makanan ditata secara terpisah. Meski demikian, seluruh elemen tetap dirancang agar dapat disantap sebagai satu kesatuan.
4. Iga Bakar Sambal Kecombrang
Chef Ricky Sulaiman dari Holiday Inn Pasteur menghadirkan Iga Bakar Sambal Kecombrang.
Daging iga dibakar menggunakan arang sehingga menghasilkan aroma smoky. Tekstur daging yang empuk dan juicy berpadu dengan sambal kecombrang yang memberikan sensasi segar dan aroma rempah.
Ricky juga memasukkan filosofi tumpeng ke dalam sajian tersebut.
“Makanan ini adalah tumpeng, melambangkan hubungan kita dengan Tuhan, beragam lauknya melambangkan kebersamaan. Sementara kecombrang adalah rasa syukur tinggal di Indonesia yang rempahnya kaya raya,” tuturnya.
5. Tofu Chocolate Mousse
Sebagai penutup, Chef Tedy Kurniawan dari Hotel Indigo Bandung Dago Pakar menghadirkan Tofu Chocolate Mousse.
Dessert ini menjadi salah satu sajian paling unik karena menggunakan silk tofu sebagai bahan utama yang dipadukan dengan cokelat dan candied orange.
Sekilas, tahu tidak terlihat dalam sajian tersebut. Namun saat disantap, tekstur tofu yang lembut berpadu dengan rasa cokelat yang pekat serta sentuhan citrus dari candied orange.
Tedy mengatakan tahu dipilih karena merupakan bahan yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia, tetapi masih jarang digunakan sebagai bahan utama dessert.
“Di Indonesia tahu banyak digunakan, tapi masih jarang yang seperti ini. Menu ini juga gluten free, sugar free, dairy free. Cuma tahu, cokelat dan candied orange,” kata Tedy.
Sajian kemudian dilengkapi edible flowers sebagai garnish sehingga tampilannya semakin menarik.
Kolaborasi lima chef tersebut menjadi cara berbeda untuk memperkenalkan kembali kekayaan kuliner Nusantara. Bahan dan cita rasa lokal tetap dipertahankan, tetapi diolah dengan teknik, konsep, dan presentasi yang lebih modern.

