SUKABUMI,Denting.id — Nasib nahas dialami seorang satpam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, berinisial RA (27). Ia menjadi korban penganiayaan oleh gerombolan pengendara sepeda motor di Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.
Aksi penganiayaan tersebut bahkan terekam kamera CCTV. Dalam dua rekaman video yang diterima, terlihat korban bersama rekannya sempat dikejar oleh sekelompok pengendara motor sebelum akhirnya terjadi aksi penganiayaan.
Peristiwa tersebut terjadi ketika RA dalam perjalanan pulang dari Pasar Cisaat. Saat itu, korban baru saja membeli garam yang akan digunakan untuk kebutuhan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG tempatnya bekerja.
Istri korban, MDZ, menceritakan kejadian bermula ketika suaminya bersama seorang rekannya melintas dari arah Pasar Cisaat menuju Jalur Lingkar Selatan.
Saat tiba di persimpangan Rambay, korban dan rekannya sempat berhenti lantaran kunci rumah terjatuh.
“Suami saya pulang dari Pasar Cisaat, beli garam untuk kebutuhan MBG. Saat di persimpangan Rambay menuju Jalur Lingkar Selatan, kunci rumahnya jatuh, jadi sempat berhenti,” ujar MDZ.
Dalam kondisi tersebut, tiba-tiba korban didatangi dan dikejar oleh sekelompok pengendara sepeda motor. Berdasarkan rekaman CCTV, korban dan rekannya tampak berusaha menghindari kelompok tersebut.
Namun, pengejaran berujung pada aksi penganiayaan terhadap RA. Peristiwa tersebut berlangsung di wilayah Desa Babakan, Kecamatan Cisaat.
Rekaman CCTV yang memperlihatkan kejadian tersebut kemudian menjadi salah satu bukti yang dapat membantu mengungkap kronologi penganiayaan.
MDZ mengaku keluarganya masih mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Ia berharap kasus yang menimpa suaminya dapat segera ditangani dan para pelaku dapat diketahui serta mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Hingga kini, kronologi lengkap mengenai motif pengejaran dan penganiayaan tersebut masih dalam penanganan pihak berwenang. Identitas para pelaku maupun jumlah pasti anggota kelompok yang terlibat juga masih dalam proses penyelidikan.
Keluarga korban berharap proses hukum dapat berjalan dan kejadian serupa tidak kembali menimpa masyarakat lainnya.

