Jakarta Hasilkan 9.059 Ton Sampah per Hari, Hampir Separuh Berasal dari Sisa Makanan

 

JAKARTA,Denting.id – Ibu Kota Jakarta menghasilkan sekitar 9.059 ton sampah setiap hari. Hampir separuh dari total timbulan tersebut merupakan sampah organik yang didominasi sisa makanan.

Data tersebut disampaikan Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta Abdul Azis dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Abdul Azis mengatakan, besarnya timbulan sampah harian menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Terlebih, komposisi sampah Jakarta masih didominasi material organik yang berasal dari aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Jakarta menghasilkan sekitar 9.059 ton sampah setiap hari, dan hampir separuhnya merupakan sampah organik, terutama sisa makanan,” ujar Abdul Azis dalam rapat paripurna.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Pengurangan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, pelaku usaha, hingga pengelola kawasan.

Sampah sisa makanan menjadi salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian karena jumlahnya cukup besar. Pengelolaan yang tepat terhadap sampah organik dinilai dapat mengurangi beban sampah yang berakhir di tempat pengolahan maupun tempat pemrosesan akhir.

Abdul Azis juga menekankan perlunya penguatan kebijakan pengelolaan sampah di Jakarta agar penanganan tidak hanya berfokus pada pengangkutan dan pembuangan. Upaya pengurangan serta pemilahan sampah sejak dari sumber dinilai menjadi bagian penting dalam mengatasi persoalan tersebut.

Dengan timbulan sampah yang mencapai ribuan ton setiap hari, pengelolaan sampah menjadi tantangan yang harus ditangani secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diperlukan agar volume sampah dapat ditekan sekaligus meningkatkan pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.

Data tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan sampah di Jakarta bukan hanya terkait kapasitas pengangkutan dan pengolahan, tetapi juga menyangkut pola konsumsi dan kebiasaan masyarakat dalam menghasilkan serta memilah sampah.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai