CIANJUR,Denting.id– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat sebanyak 23 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Kejadian tersebut menjadi perhatian seiring kondisi cuaca yang masih cenderung kering. Musim kemarau meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, terutama pada kawasan dengan vegetasi yang mudah terbakar.
BPBD Cianjur mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, khususnya di sekitar kawasan hutan dan lahan terbuka.
Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah sembarangan maupun meninggalkan sumber api tanpa pengawasan. Puntung rokok yang dibuang sembarangan juga berpotensi menjadi pemicu kebakaran ketika kondisi lingkungan kering.
BPBD Cianjur terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi kerawanan karhutla. Penanganan di lapangan dilakukan bersama unsur terkait untuk mencegah api meluas dan mengurangi dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat.
Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, BPBD mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran. Pelaporan secara cepat dinilai penting agar petugas dapat segera melakukan penanganan.
BPBD Cianjur juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan menjaga lingkungan dan menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Kewaspadaan bersama diharapkan dapat menekan jumlah kejadian karhutla sekaligus mencegah kebakaran meluas, terutama di wilayah yang memiliki lahan kering dan vegetasi mudah terbakar.

