BOGOR, Denting.id — Aliansi Mahasiswa Indonesia Maju mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan pemotongan upah pungut pegawai Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor.
Desakan tersebut disampaikan mahasiswa saat menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (25/8/2026).
Dalam aksinya, mahasiswa meminta KPK memeriksa seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan dugaan pemotongan upah pungut tersebut. Mereka menilai penelusuran menyeluruh diperlukan untuk menguji berbagai informasi yang berkembang berdasarkan alat bukti.
Koordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa Indonesia Maju, Akira, menegaskan KPK tidak boleh hanya memproses pihak-pihak yang berada di tingkat bawah.
Menurutnya, apabila dalam proses penyelidikan ditemukan dugaan aliran dana dalam jumlah besar, KPK perlu menelusuri seluruh rangkaian perkara, mulai dari pihak yang diduga memberikan perintah, mengatur mekanisme pemotongan, mengumpulkan dana, menerima hingga pihak yang menikmati hasilnya.
“Hari ini kami datang ke KPK untuk mendesak agar perkara ini dibongkar sampai ke akar. Jangan hanya berhenti pada orang di bawah. Kalau ada informasi mengenai aliran dana miliaran rupiah, maka periksa dan buktikan. Kami ingin semuanya terang benderang berdasarkan alat bukti,” tegas Akira.
Akira juga meminta KPK mendalami dugaan keterkaitan pejabat eselon II dan pihak yang disebut sebagai pengepul dalam perkara tersebut. Penelusuran, kata dia, perlu dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat aliran dana yang berujung kepada penyelenggara negara.
“Sepanjang memiliki relevansi dengan perkara, baik dari aspek kewenangan, administrasi, komunikasi, kebijakan, maupun aliran dana, maka kami mendesak KPK membongkar pihak-pihak yang memberikan perintah, mengatur mekanisme pemotongan, mengumpulkan dana, menerima uang, serta pihak yang menikmati hasilnya,” ujarnya.
Mahasiswa berharap KPK menangani dugaan perkara tersebut secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti. Mereka juga meminta proses hukum tidak berhenti pada pihak tertentu apabila dalam penyelidikan ditemukan keterlibatan pihak lain.
Desakan tersebut disampaikan di tengah sorotan terhadap dugaan pemotongan upah pungut di lingkungan Bappenda Kabupaten Bogor. Mahasiswa menilai pengusutan secara menyeluruh diperlukan untuk memastikan seluruh rangkaian perkara dapat terungkap secara terang dan memberikan kepastian hukum.

