Denting.id – Barcelona mengawali perjalanan di Liga Champions 2026/2027 dengan kepercayaan diri tinggi. Blaugrana akan menghadapi Feyenoord pada laga pembuka di Camp Nou, Kamis (10/9/2026) dini hari WITA.
Barcelona datang dengan modal sempurna setelah meraih empat kemenangan beruntun pada awal musim. Produktivitas lini depan juga menjadi salah satu kekuatan utama skuad asuhan Hansi Flick.
Dalam empat pertandingan LaLiga, Barcelona telah mencetak 17 gol. Mereka juga menciptakan rata-rata 6,75 peluang besar setiap pertandingan, menjadi catatan tertinggi di kompetisi kasta tertinggi Spanyol pada awal musim.
Kemenangan telak atas Valencia di Mestalla pada akhir pekan lalu semakin meningkatkan kepercayaan diri Barcelona sebelum memulai petualangan di kompetisi Eropa.
Hansi Flick percaya timnya memiliki kualitas untuk bersaing memperebutkan trofi Liga Champions. Namun, pelatih asal Jerman tersebut menyadari perjalanan menuju gelar juara masih sangat panjang.
“Kami memiliki tim yang mampu memenangkan Liga Champions, tetapi perjalanan menuju ke sana masih panjang,” ujar Flick dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Flick juga meminta para pemain tetap menjaga suasana positif di ruang ganti. Persaingan mendapatkan tempat utama membuat tidak semua pemain memperoleh menit bermain sesuai harapan.
“Tidak setiap pemain bahagia, tetapi waktunya akan datang. Pemain yang lebih jarang bermain harus tetap positif dan membantu pemain lainnya,” kata Flick.
Raphinha Jadi Sorotan
Salah satu pemain Barcelona yang tengah berada dalam performa terbaik adalah Raphinha. Pemain asal Brasil tersebut telah mencetak enam gol dalam empat pertandingan LaLiga.
Catatan tersebut membuat Raphinha menjadi pemain Barcelona pertama setelah Lionel Messi yang mampu mencetak enam gol dalam empat laga awal kompetisi.
Selain Raphinha, Barcelona juga memiliki Lamine Yamal dan Fermín López yang tampil impresif. Kombinasi ketiganya memberikan banyak opsi bagi Flick dalam membangun serangan, termasuk ketika Barcelona tidak menggunakan penyerang tengah murni.
Flick secara khusus memberikan pujian kepada Lamine Yamal. Menurutnya, pemain muda tersebut memiliki kemampuan untuk menentukan pertandingan sekaligus menunjukkan perkembangan dalam hal kepemimpinan.
“Lamine adalah pemain yang bisa menentukan pertandingan seorang diri dan memiliki kualitas luar biasa. Dia juga sangat ingin berkembang, dan itu bisa dilihat setiap hari,” ucap Flick.
Feyenoord Datang Tanpa Kekalahan
Feyenoord bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Klub asal Rotterdam itu juga mengawali musim dengan catatan positif setelah meraih tiga kemenangan dan dua hasil imbang dalam lima pertandingan liga.
Feyenoord juga memiliki sosok yang cukup familiar dengan Barcelona di bangku pelatih. Giovanni van Bronckhorst kini menangani klub tersebut setelah sebelumnya pernah memperkuat Barcelona sebagai pemain.
Salah satu pemain yang patut mendapat perhatian adalah Gjivai Zechiël. Gelandang tersebut telah mencetak empat gol dan menyumbangkan tiga assist dalam lima pertandingan awal musim.
Kondisi tersebut membuat Barcelona tetap harus berhati-hati meski memiliki catatan lebih meyakinkan. Feyenoord datang ke Camp Nou dengan kepercayaan diri tinggi dan berambisi memberikan kejutan.
Barcelona Kehilangan Sejumlah Pemain
Barcelona dipastikan tidak dapat menurunkan sejumlah pemain penting. Frenkie de Jong, Roony Bardghji, dan Jesse Bisiwu dipastikan absen, sedangkan Eric García harus menjalani skorsing pada pertandingan pembuka Liga Champions.
Flick mengatakan proses pemulihan Frenkie de Jong berjalan sesuai rencana. Sang gelandang diperkirakan dapat kembali memperkuat Barcelona setelah jeda internasional.
Barcelona juga masih memiliki pekerjaan rumah dalam menjaga konsistensi permainan. Flick menegaskan timnya tidak akan meninggalkan gaya bermain menyerang yang menjadi identitas mereka.
“Kami ingin bermain sepak bola dan tetap setia pada gaya kami. Memang benar kami mengalami kesulitan menghadapi Atlético musim lalu, tetapi itulah sepak bola,” ujar Flick.
Selain mengejar trofi Liga Champions, Barcelona juga tetap menargetkan keberhasilan mempertahankan gelar LaLiga. Flick menilai konsistensi di kompetisi domestik tetap penting meski timnya memiliki ambisi besar di Eropa.
Kembali Bertemu Setelah Lebih dari 50 Tahun
Pertemuan Barcelona dan Feyenoord juga memiliki sejarah panjang. Kedua tim terakhir kali bertemu pada musim 1974/1975.
Kala itu, Barcelona yang diperkuat legenda klub Johan Cruyff berhasil meraih kemenangan atas Feyenoord.
Kini, setelah lebih dari lima dekade, kedua klub kembali bertemu dengan kondisi yang berbeda.
Baca juga: Lautaro Martinez Akui Diminati Barcelona dan Pilih Bertahan di Inter Milan
Barcelona membawa ambisi besar untuk kembali berjaya di Eropa, sedangkan Feyenoord berusaha menciptakan kejutan di Camp Nou dan mencuri poin pada laga pembuka Liga Champions.

