Kualitas Udara Bogor Membaik, Kasus ISPA Naik 24 Persen

 

BOGOR, Denting.id – Kualitas udara di Kota Bogor mulai membaik dan berada dalam kategori aman. Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengimbau masyarakat tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor Ana Ismawati mengatakan kondisi parameter udara menunjukkan perkembangan positif. Masyarakat diperbolehkan kembali beraktivitas di luar ruangan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan membatasi kegiatan yang tidak mendesak.

“Kualitas udara saat ini sudah membaik dan aman untuk semua kalangan. Namun, kami imbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan membatasi kegiatan di luar ruangan yang sekiranya kurang perlu,” ujar Ana, Selasa (8/9/2026).

Berdasarkan data pemantauan penanggulangan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau per 8 September 2026, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Bogor berada di angka 20,1 atau kategori baik.

Sementara itu, rata-rata konsentrasi particulate matter dalam 24 jam tercatat sebesar 36,7 mikrogram per meter kubik. Konsentrasi tertinggi tercatat pukul 10.00 WIB sebesar 91,1 mikrogram per meter kubik, sedangkan terendah terjadi pukul 02.00 WIB sebesar 8 mikrogram per meter kubik.

Kasus ISPA Meningkat

Di tengah membaiknya kualitas udara, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor tetap melakukan pemantauan harian terhadap sejumlah penyakit prioritas di seluruh puskesmas sejak 7 September 2026.

Data per 8 September menunjukkan total kasus terpantau meningkat 353 kasus, dari 1.669 pasien pada 7 September menjadi 2.022 pasien.

Peningkatan paling banyak terjadi pada kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yakni dari 1.472 menjadi 1.824 kasus atau meningkat sekitar 24 persen.

Selain ISPA, kasus asma naik dari 25 menjadi 29 kasus. Kasus dermatitis atau iritasi kulit juga meningkat dari 70 menjadi 74 kasus.

Sementara itu, kasus konjungtivitis atau iritasi mata masih stabil pada angka 36 kasus.

Adapun sejumlah kasus justru mengalami penurunan. Pneumonia turun dari 35 menjadi 30 kasus, sedangkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) turun dari 31 menjadi 29 kasus.

Dinkes Kota Bogor menegaskan peningkatan kasus tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, antara lain dinamika cuaca, daya tahan tubuh, dan perilaku individu.

Karena itu, hubungan langsung antara peningkatan kasus kesehatan dengan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau masih memerlukan kajian medis lebih lanjut.

Pemkot Bogor Distribusikan 190 Ribu Masker

Sebagai langkah mitigasi, Pemkot Bogor melalui Dinkes telah mendistribusikan 190.000 masker kepada masyarakat dan sejumlah perangkat daerah.

Distribusi dilakukan melalui puskesmas, kecamatan, kelurahan, Satpol PP, hingga lingkungan Balai Kota Bogor.

Pemkot Bogor juga menerbitkan Surat Edaran kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan pada 8 September 2026 terkait kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak abu vulkanik.

Selain itu, pemerintah menyiapkan buffer stock logistik medis, termasuk masker respirator N95/KN95, inhaler atau bronkodilator, tetes mata steril, tabung oksigen, dan cairan infus.

Perlindungan juga diprioritaskan bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Dinkes turut memperkuat surveilans harian melalui pelaporan real-time dari puskesmas, rumah sakit, klinik pratama, dan klinik utama.

Warga Diminta Tetap Waspada

Meski kualitas udara membaik, Pemkot Bogor tetap mengingatkan masyarakat, terutama balita, lansia, dan warga dengan gangguan pernapasan kronis, untuk menjaga kesehatan.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker dengan benar serta mengenakan pakaian berlengan panjang. Warga juga dianjurkan menggunakan kacamata pelindung dan menghindari mengucek mata.

Untuk aktivitas di dalam ruangan seperti kelas dan kantor, masyarakat diminta menjaga sirkulasi udara dengan menggunakan AC atau membuka jendela secara berkala.

Pemkot juga mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Jika mengalami gejala atau keluhan kesehatan, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Alternatif judul SEO: “Kualitas Udara Bogor Membaik, Kasus ISPA Tembus 1.824 hingga 8 September 2026”.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai