JAKARTA, Denting.id — Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin, Jakarta Pusat, kini rata-rata dikunjungi sekitar 20 ribu orang setiap pekan.
Tingginya partisipasi masyarakat tersebut menunjukkan minat warga terhadap kegiatan ruang publik yang menggabungkan aktivitas olahraga, rekreasi, dan kampanye kesehatan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Budi Awaludin mengatakan jumlah pengunjung CFD di kawasan Sudirman-MH Thamrin mencapai sekitar 20 ribu orang hampir setiap Minggu.
“Kalau kita lihat perkembangan car free day ini saat ini, hampir ya kalau misalkan Thamrin-Sudirman saja itu sudah 20 ribu. Hampir tiap Minggu itu data kita hampir rata-rata 20 ditambah Rasuna, ini akan bertambah,” kata Budi dalam diskusi Breath Easy Jakarta di kawasan CFD Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (27/9/2026).
Selain kawasan Sudirman-MH Thamrin, aktivitas CFD juga berlangsung di Jalan HR Rasuna Said. Menurut Budi, jumlah masyarakat yang mengikuti CFD di kawasan tersebut terus bertambah.
Ia menyebut total peserta CFD di kawasan Rasuna Said sejak Januari hingga September 2026 telah mencapai sekitar 291 ribu orang.
“Kita lihat di Rasuna Said juga bertambah banyak. Data kita dari Januari sampai dengan Mei, ya itu angka car free day pengunjung kita atau peserta car free day ini hampir di angka 291.000. Oleh karenanya apa, ini animo masyarakat juga cukup tinggi, ya. Isu kesehatan ini juga cukup tinggi,” jelasnya.
Konsep CFD Akan Dikaji
Budi mengatakan Pemprov DKI Jakarta berencana menggelar focus group discussion (FGD) untuk membahas pengembangan konsep CFD ke depan.
Salah satu wacana yang akan dibahas yakni kemungkinan penyelenggaraan CFD pada Sabtu atau pengembangan kegiatan hingga malam hari.
“Apakah nantinya waktunya yang diperpanjang atau seperti usul Mas tadi, bagaimana jika malam Minggu diadakan car free night? Jadi kegiatannya menyambung dari malam hingga pagi hari, sehingga Kota Jakarta terasa sangat hidup,” ujarnya.
Menurut Budi, perkembangan CFD Jakarta juga terlihat dari perubahan respons berbagai pihak. Ia mengenang saat program tersebut pertama kali digagas, sejumlah pihak sempat menyampaikan keberatan, termasuk pelaku usaha di sekitar jalur CFD.
Namun, menurut dia, kondisi tersebut kini berubah. Sejumlah pelaku usaha justru ikut memanfaatkan tingginya aktivitas masyarakat di kawasan CFD.
“Kita lihat dulu, kalau kita lihat banyak sekali sebelumnya hotel-hotel menolak, kan? Tapi sekarang mereka malah senang banget dan okupansi mereka juga sekarang meningkat dan malah mereka juga jualan di depan seperti itu,” katanya.
Disebut Ditiru di 10 Negara
Budi juga menyebut konsep CFD yang diterapkan di Jakarta telah menjadi rujukan bagi sejumlah negara. Ia mengatakan terdapat 10 negara yang mencontoh pelaksanaan CFD di Jakarta.
“Bahkan 10 negara itu mencontoh car free day yang ada di Jakarta,” kata Budi.
Ia menyampaikan hal tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap para penggagas CFD di Jakarta. Menurutnya, keberadaan CFD tidak hanya berkaitan dengan pembatasan kendaraan bermotor, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas di ruang publik.
Pemprov DKI Jakarta selanjutnya akan membahas pengembangan konsep CFD melalui FGD, termasuk kemungkinan penyesuaian waktu dan format kegiatan. Evaluasi tersebut dilakukan di tengah tingginya jumlah masyarakat yang memanfaatkan CFD di sejumlah ruas jalan di Jakarta.

