Milad ke-60 KAHMI, Romo Muhammad Syafi’i Dorong Alumni HMI Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Sukabumi, Denting.id — Wakil Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., menghadiri Sarasehan Nasional dalam rangka Milad ke-60 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan Dies Natalis ke-16 Universitas Madani Nusantara (UMN), Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Romo Muhammad Syafi’i mengatakan perjalanan enam dekade KAHMI membawa tanggung jawab yang semakin besar bagi para alumni dan kader HMI. Ia mendorong seluruh elemen KAHMI untuk terus menjaga persatuan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, KAHMI juga perlu mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

“Enam dekade perjalanan KAHMI membawa tanggung jawab yang semakin besar. Alumni dan kader HMI harus terus saling menguatkan, menjaga persatuan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Romo.

Sarasehan tersebut mengusung tema “Enam Dekade KAHMI: Meneguhkan Peran Alumni, Membangun Pendidikan, Memperkuat Peradaban dan Kedaulatan Bangsa.”

Kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan KAHMI selama enam dekade sekaligus ruang konsolidasi gagasan dari tokoh nasional, akademisi, dan alumni HMI untuk memperkuat kontribusi terhadap pembangunan bangsa.

Salah satu pemrasaran yang hadir adalah Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., Anggota DPR RI Komisi IV, Anggota Dewan Pakar Majelis Nasional KAHMI, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, serta Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2001-2004.

Dalam pemaparannya, Rokhmin menekankan pentingnya transformasi pembangunan nasional yang bertumpu pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, produktivitas, serta daya saing ekonomi.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan karakter kebangsaan dan tata kelola pembangunan yang baik serta berkelanjutan.

“Enam dekade perjalanan KAHMI harus menjadi energi untuk terus menghadirkan gagasan, keteladanan, dan karya nyata. Alumni dan kaum intelektual harus menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, makmur, berdaulat, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” kata Rokhmin.

Selain Rokhmin, sarasehan juga menghadirkan sejumlah tokoh sebagai pemrasaran. Mereka yakni Prof. Dr. H. Yuddy Chrisnandi, S.E., M.E., Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi periode 2014-2016; Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, Rektor Universitas Indonesia; serta Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, S.Si., M.T., Anggota DPR RI Komisi III periode 2024-2029.

Momentum Milad ke-60 KAHMI diharapkan semakin memperkokoh sinergi antara alumni, perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Baca juga: Kronologi Kasus Lapas Cibinong: Dari Sidak Ombudsman hingga 5 Pejabat Dinonaktifkan

Sinergi tersebut diarahkan untuk melahirkan sumber daya manusia unggul, memperkuat peradaban bangsa, serta mengakselerasi pembangunan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai