BANDUNG, Denting.id — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendorong lulusan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung untuk tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi mengambil peran aktif dalam memperkuat perlindungan sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Pesan tersebut disampaikan Gus Ipul saat menghadiri Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Magister Terapan dan Sarjana Terapan Poltekesos Bandung, Senin (28/9/2026). Sebanyak 372 wisudawan mengikuti prosesi wisuda tersebut.
Gus Ipul mengatakan, lulusan Poltekesos memiliki kompetensi sebagai pekerja sosial yang dapat digunakan untuk menjangkau dan mendampingi berbagai kelompok masyarakat, mulai dari keluarga prasejahtera, anak terlantar, lanjut usia, penyandang disabilitas hingga korban bencana.
“Jangan menunggu orang miskin mengetuk pintu kita, kitalah yang harus mengetuk pintu mereka,” ujar Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, salah satu bentuk pengabdian yang dapat dilakukan para lulusan adalah menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Mereka dapat membantu masyarakat mengakses layanan sosial, memperbarui data, serta menyampaikan usul dan sanggah melalui mekanisme yang tersedia.
Ia juga menekankan pentingnya pemutakhiran data agar program perlindungan sosial dapat diberikan kepada masyarakat yang sesuai. Pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai salah satu rujukan dalam mempertajam sasaran program sosial.
Lulusan Poltekesos Didorong Terlibat di Sekolah Rakyat
Selain menjadi Agen Perlindungan Sosial, Gus Ipul mengajak para lulusan Poltekesos untuk mengambil bagian dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Ia menjelaskan, pekerja sosial dibutuhkan untuk melakukan asesmen, menjangkau keluarga, mendampingi anak, menangani persoalan psikososial, serta menghubungkan anak dan keluarga dengan layanan yang diperlukan.
“Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun ruang kelas. Sekolah Rakyat adalah cara negara memutus mata rantai kemiskinan,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul secara khusus mengundang para wisudawan untuk mengikuti proses seleksi dan mengabdi di Sekolah Rakyat. Ia menyebut kebutuhan tenaga di program tersebut antara lain guru, wali asrama, wali asuh, dan tenaga kependidikan lainnya.
Menurutnya, latar belakang pendidikan dan kompetensi lulusan Poltekesos dinilai relevan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Ilmu Diminta Memberi Manfaat
Gus Ipul berpesan agar ilmu yang diperoleh para lulusan selama menempuh pendidikan dapat diterapkan secara langsung di tengah masyarakat.
Ia meminta lulusan Poltekesos tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu memberikan kontribusi dalam menyelesaikan persoalan sosial.
“Jadilah kontributif karena ilmu harus menghadirkan manfaat. Jangan hanya menjadi pencari pekerjaan, jadilah pencipta perubahan,” ujar Gus Ipul.
Setelah sambutan Mensos, rangkaian wisuda dilanjutkan dengan orasi ilmiah serta pengukuhan para wisudawan oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
Empat lulusan terbaik dari masing-masing program studi turut mendapatkan penghargaan, yakni Aryohaji Istyawan dari Magister Terapan Pekerjaan Sosial, Salma Fauzani dari Program Studi Pekerjaan Sosial, Pika Rosiawati dari Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial, serta Gina Rizqia Salsabila dari Rehabilitasi Sosial.
Tanggal asli peristiwa: Senin, 28 September 2026. Tanggal tersebut merupakan tanggal pelaksanaan wisuda dan penyampaian pesan Gus Ipul kepada para lulusan.

