Peserta Job Fair Jakarta Membludak, Pramono Tegaskan Warga Luar Daerah Bisa Ikut

 

JAKARTA, Denting.id — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan kesempatan mencari kerja di Ibu Kota terbuka bagi seluruh masyarakat, termasuk warga dari luar Jakarta. Kepemilikan KTP DKI Jakarta bukan menjadi pembatas bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan peluang kerja di Ibu Kota.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat membuka Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 di UKM Gallery, Convention Hall SMESCO, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).

Pramono mengatakan, Jakarta terbuka bagi siapa pun yang ingin mencari pekerjaan. Karena itu, masyarakat dari berbagai daerah dipersilakan memanfaatkan kesempatan kerja yang tersedia.

“Jakarta selalu membuka diri bagi siapa pun untuk mencari kerja. Kami tidak pernah melihat, membatasi, apakah itu KTP Jakarta atau bukan KTP Jakarta,” kata Pramono.

Menurutnya, kesempatan kerja tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pencari kerja. Ia juga mendoakan agar masyarakat yang tengah mencari pekerjaan segera mendapatkan kesempatan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Di sisi lain, Pramono mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga fasilitas publik dan lingkungan Jakarta. Ia menyebut Ibu Kota kini memiliki identitas sebagai kota global yang perlu dirawat bersama-sama.

Pramono juga menyampaikan bahwa Jakarta menempati peringkat ke-140 dari 1.000 kota terbaik dunia. Sementara itu, dalam hal transportasi, Jakarta disebut berada di posisi ke-15 sebagai kota dengan sistem transportasi terbaik di dunia.

Target Pengangguran Turun Menjadi 3,5 Persen

Pemprov DKI Jakarta menargetkan tingkat pengangguran terbuka di Ibu Kota turun dari 5,79 persen menjadi 3,5 persen.

Untuk mencapai target tersebut, Pramono meminta Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta memperkuat sosialisasi program pelatihan bagi pencari kerja, terutama pelatihan bahasa asing.

Menurut Pramono, penguasaan bahasa menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri. Terlebih, Jakarta telah menjalin kerja sama dengan sejumlah negara dan wilayah, di antaranya Singapura, Jepang, Timur Tengah, Taiwan, dan Hong Kong, untuk membuka peluang penempatan tenaga kerja.

“Problem utamanya adalah bahasa. Maka untuk itu, saya sudah minta kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan Jakarta, Pemerintah Jakarta akan memberikan pelatihan bahasa kepada saudara-saudara yang berkeinginan untuk bekerja di luar negeri,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemprov DKI memiliki fasilitas Mobile Training Center yang dapat dimanfaatkan calon pekerja untuk mengikuti pelatihan bahasa sebelum bekerja di luar negeri.

Melalui perluasan kesempatan kerja dan peningkatan keterampilan, Pemprov DKI berharap semakin banyak pencari kerja yang dapat terserap di pasar kerja.

Catatan redaksi: Informasi yang tersedia belum mencantumkan jumlah peserta maupun data yang mengonfirmasi kondisi membludak di lokasi. Untuk menjaga akurasi, kondisi tersebut perlu dipastikan melalui data panitia atau pengamatan langsung di lapangan.

Editor : Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai