Ojol di Pondok Gede Bekasi Diduga Jadi Korban Hipnotis, Motor Raib Diganti Kunci Mobil Palsu

BEKASI, Denting.id — Seorang pengemudi ojek online (ojol) diduga menjadi korban pencurian sepeda motor dengan modus hipnotis di kawasan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat. Motor milik korban raib setelah diduga dibawa kabur seorang penumpang.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (23/9/2026) dan diungkap oleh pemilik akun Instagram @novytaiu melalui sebuah video yang diunggah ke media sosial.

Dalam video tersebut, Novita menceritakan korban bernama Dimyati tiba-tiba mendatangi rumahnya dalam kondisi kebingungan. Korban mengaku telah dihipnotis hingga sepeda motor dan telepon selulernya hilang.

“Awal mulanya saya dan keluarga sedang berkumpul depan rumah, tiba-tiba didatangi oleh pak ojol dan minta bantuan. ‘Saya dihipnotis, motor dan HP saya hilang,’ sambil bapak tersebut kebingungan,” kata Novita.

Berdasarkan penuturan Dimyati kepada Novita, kejadian bermula ketika dirinya mengantarkan seorang penumpang. Di tengah perjalanan, penumpang tersebut meminta berhenti di sebuah toko dekat rumah Novita dengan alasan hendak membeli air mineral.

Penumpang kemudian meminta Dimyati turun untuk membeli air. Saat itu, pelaku diduga memberikan kunci mobil dan surat tanda nomor kendaraan (STNK) kepada korban sebagai jaminan karena mengaku hendak meminjam sepeda motor.

“Di situ, di toko tadi penumpang saya minta diturunin di situ beli air dua. Ini yang satu saya pegang, terus saya dikasih kunci mobil dan STNK. Setelah kami cek ternyata itu semua palsu,” tutur Novita menirukan cerita korban.

Dimyati kemudian menyerahkan sepeda motornya kepada penumpang tersebut. Namun, setelah menunggu sekitar 1,5 jam, orang yang membawa motor tersebut tak kunjung kembali.

“Bapak itu bilang, katanya motor mau dipakai buat ke mana gitu ada keperluan, terus dijanjikan kunci mobil sama STNK. Terus nggak lama kemudian, bapaknya baru sadar dan ternyata motornya sudah nggak ada,” ungkap Novita.

Dalam kondisi masih kebingungan dan gemetar, Dimyati tetap menunggu di pinggir jalan sambil berharap sepeda motornya dikembalikan.

“Info dari tetangga, bapaknya sudah menunggu satu jam setengah di pinggir jalan sambil ngeliatin motor yang lewat, masih berharap motornya balik, ternyata tidak,” ujarnya.

Novita kemudian membantu Dimyati dengan menawarkan untuk memesankan ojek online agar korban dapat pulang. Namun, Dimyati menolak dan meminta diantar ke Terminal Kampung Rambutan untuk bertemu dengan rekan-rekan sesama pengemudi ojek pangkalan.

Novita menjelaskan, Dimyati sebenarnya merupakan pengemudi ojek pangkalan dan saat kejadian mengenakan jaket ojol milik anaknya.

Warga Galang Donasi untuk Korban

Kisah Dimyati kemudian mendapat perhatian warganet. Novita berinisiatif membuka penggalangan dana untuk membantu korban yang kehilangan sepeda motor.

Donasi yang terkumpul mencapai Rp7.183.000 dan telah diserahkan kepada Dimyati. Novita mengatakan penggalangan dana kembali dibuka karena masih banyak masyarakat yang ingin memberikan bantuan.

“Iya benar ada penggalangan dana, karena ini baru pertama kalinya saya. Alhamdulillah dari teman-teman TikTok dan Threads ada yang kasih arahan ke aku buat open donasi ke bapaknya. Alhamdulillah terkumpul Rp7.183.000 dan ini masih open donasi yang kedua karena masih banyak yang minta buka lagi,” kata Novita.

Hingga kini, kisah tersebut menjadi perhatian di media sosial. Dugaan pencurian dengan modus hipnotis tersebut masih berdasarkan keterangan korban yang disampaikan melalui Novita dan belum disertai keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai