Denting.id – Michael Carrick menegaskan tetap bersemangat menghadapi pertandingan Manchester United berikutnya meski posisinya sebagai pelatih tengah mendapat tekanan. Ia mengaku tidak sabar memimpin Setan Merah saat menjamu AS Roma dalam lanjutan Liga Champions di Old Trafford, Rabu (4/11/2026) dini hari WIB.
Manchester United sedang mengalami periode sulit setelah gagal meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir di semua kompetisi. Tekanan terhadap Carrick semakin meningkat setelah timnya menelan empat kekalahan dalam lima laga terakhir, termasuk tiga kekalahan secara beruntun.
Meski demikian, Carrick tetap menunjukkan keyakinannya terhadap pekerjaan yang dijalani di Old Trafford. Ia juga tidak menganggap dua pertandingan sebelum jeda internasional November sebagai penentu masa depannya.
Setelah menghadapi AS Roma di Liga Champions, Manchester United dijadwalkan menjamu Aston Villa dalam lanjutan Premier League pada akhir pekan ini. Kedua pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Setan Merah untuk memperbaiki catatan hasil mereka.
Saat ditanya apakah dirinya merasa hanya memiliki dua pertandingan tersisa sebagai pelatih Manchester United, Carrick langsung membantah anggapan tersebut.
Ia mengakui masa depan tidak bisa dipastikan. Namun, ketidakpastian itu tidak mengubah sikapnya dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pelatih.
Baca juga: Real Madrid Hajar Racing Santander 3-0, Mbappe dan Bellingham Cetak Gol
“Tidak, sama sekali tidak. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada masa depan, tetapi hal itu tidak mengubah perasaan saya,” kata Carrick.
“Saya tidak sabar menantikan pertandingan besok. Mungkin Anda menganggap saya gila setelah hasil-hasil yang kami raih, tetapi saya benar-benar tidak sabar menghadapinya,” lanjutnya.
Carrick juga memastikan suasana ruang ganti Manchester United tetap terjaga meski tim sedang mengalami rentetan hasil buruk.
Menurutnya, komitmen para pemain terhadap klub dan satu sama lain masih sangat kuat. Ia menilai persepsi dari luar terkadang tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya di dalam tim.
“Suasana di ruang ganti berada dalam kondisi yang baik. Persepsi merupakan sesuatu yang menarik karena Anda bisa membuat suatu keadaan terlihat dengan berbagai cara,” ujarnya.
“Saya sama sekali tidak meragukan komitmen para pemain terhadap klub dan satu sama lain,” tegas Carrick.
Lebih lanjut, pelatih asal Inggris tersebut mengakui tekanan merupakan bagian dari pekerjaan seorang pelatih, terutama ketika tim gagal mendapatkan hasil positif.
Namun, rentetan hasil buruk tidak membuatnya kehilangan keyakinan terhadap prinsip yang selama ini dipegang. Carrick menyebut pekerjaannya di Manchester United memiliki arti besar dalam kehidupannya.
“Inilah diri saya dan inilah yang saya jalani. Banyak orang bisa melakukan pekerjaan saya ketika tim sedang meraih kemenangan,” kata Carrick.
“Hasil buruk tidak mengubah pola pikir saya,” pungkasnya.
Kini, perhatian Carrick tertuju pada pertandingan melawan AS Roma. Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Manchester United untuk mengakhiri periode negatif sekaligus meredakan tekanan terhadap sang pelatih.
Editor: Linna Susanti

