Jakarta, Denting.id – Korea Utara menguji coba sistem rudal pertahanan udara terbaru sekaligus menggelar latihan serangan menggunakan rudal jelajah strategis jarak jauh pada Rabu (4/11). Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pyongyang mengembangkan dan meningkatkan kemampuan persenjataan militernya.
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan, pengujian sistem rudal pertahanan udara dilakukan untuk memastikan spesifikasi teknis serta keandalan teknologi yang digunakan.
“Uji coba tersebut membuktikan spesifikasi teknis serta keandalan material baru dan mode pemandu ganda yang cerdas pada proyektil tersebut,” demikian laporan KCNA, Kamis (5/11).
Meski demikian, KCNA tidak mengungkapkan secara terperinci jenis material baru yang digunakan dalam sistem rudal tersebut.
Pengujian itu juga mencakup kemampuan sistem dalam mengidentifikasi dan melacak target, serta memastikan ketepatan deteksi data perangkat.
Pada hari yang sama, sub-unit dari satuan rudal jelajah strategis jarak jauh di wilayah timur Korea Utara menggelar latihan serangan. Dalam latihan tersebut, militer melakukan simulasi serangan terhadap target berupa bandara menggunakan rudal jelajah strategis jarak jauh.
KCNA menyebut latihan tersebut bertujuan mempertahankan kemampuan teknis sistem persenjataan sekaligus meningkatkan kesiapan tempur senjata strategis Korea Utara.
Rangkaian pengujian ini berlangsung setelah Pyongyang memamerkan sejumlah persenjataan baru dalam beberapa pekan terakhir. Di antaranya amunisi tandan, drone serang, sistem torpedo berpemandu presisi, hingga rudal hipersonik jarak menengah.
Sementara itu, militer Korea Selatan menyatakan telah mendeteksi beberapa peluncuran rudal dari wilayah Sondok, Korea Utara, menuju Laut Jepang pada Rabu (4/11).
Pengembangan persenjataan tersebut berlangsung di tengah hubungan Korea Utara dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) yang masih diliputi ketegangan.
Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan, pekan ini mengisyaratkan bahwa Pyongyang tidak memiliki minat untuk kembali membuka perundingan dengan AS.
Baca juga: Pemukim Israel Serang Petani Palestina Saat Panen Zaitun di Tepi Barat
Berbeda dengan rudal balistik, pengujian rudal jelajah Korea Utara tidak termasuk dalam larangan sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Korea Utara juga memiliki rekam jejak meluncurkan rudal berdekatan dengan momentum pemilihan umum di AS. Aksi tersebut secara luas dipandang sebagai bentuk unjuk kekuatan, termasuk menjelang pemilihan paruh waktu AS empat tahun lalu dan pemilihan presiden dua tahun lalu.
Editor: Linna Susanti

