90 Persen Warga Bogor Kurang Bergerak, Dedie Rachim Ungkap Hasil Cek Kesehatan Gratis

 

BOGOR, Denting.id – Sebanyak 90 persen warga yang menjalani pemeriksaan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Bogor diketahui memiliki kebiasaan kurang bergerak serta jarang mengonsumsi buah dan sayur. Temuan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Bogor dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengungkapkan, pada 2025 Kota Bogor mencatat capaian program CKG sebesar 49 persen. Angka tersebut menjadikan Kota Bogor salah satu daerah dengan capaian program CKG tertinggi di Jawa Barat.

Data hasil pemeriksaan itu disampaikan Dedie saat menghadiri pembukaan Kongres Nasional Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) 2026 di Novotel Bogor Golf and Convention Center, Sabtu (7/11/2026).

Menurut Dedie, hasil pemeriksaan kesehatan tersebut menjadi gambaran penting mengenai kebiasaan hidup masyarakat yang perlu diperbaiki, terutama aktivitas fisik dan pola konsumsi makanan.

Ia menilai, temuan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui penguatan edukasi dan upaya pencegahan penyakit tidak menular, termasuk diabetes.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono memberikan apresiasi kepada Dedie karena dinilai menguasai data kesehatan masyarakat Kota Bogor, khususnya terkait diabetes.

“Pidato Bapak Wali Kota Bogor sudah masuk kriteria sebagai edukator diabetes, karena menguasai data-data kesehatan di Kota Bogor. Diabetes itu kadang munculnya secara sembunyi-sembunyi. Data evaluasi survei kesehatan di Indonesia tahun 2023, angka diabetes 11,7 persen dari populasi. Artinya, satu orang dari delapan hingga sembilan orang menderita penyakit diabetes,” kata Dante.

Dante mengingatkan bahwa diabetes merupakan penyakit yang kerap tidak disadari penderitanya. Karena itu, edukasi dan deteksi dini perlu terus diperkuat agar masyarakat lebih memahami risiko serta langkah pencegahannya.

Ia juga mendorong Persadia semakin aktif melakukan sosialisasi dan membentuk klub-klub kesehatan sebagai wadah bagi penyandang diabetes untuk berbagi pengalaman, berdiskusi, dan mendapatkan dukungan.

Sementara itu, Dedie menyebut Kongres Nasional Persadia 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Editor : Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai