Bogor, Denting.id — Banjir bandang di Puncak, Bogor, Jawa Barat telah mengakibatkan ratusan rumah terendam dan 423 warga terdampak. Penyebab banjir di Puncak, Bogor bisa dikarenakan hujan lebat eksterem, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Curah hujan tinggi dapat menyebabkan debit dan volume air di daratan meningkat. Jika air tidak diserap tanah atau dialirkan ke sungai, maka dapat terjadi banjir bandang.
Faktor tinggi rendahnya daratan bisa mengakibatkan banjir bandang karena air yang turun dari dataran tinggi akan semakin laju ketika menuju ke bawah.
Baca juga: Wali Kota Bogor Terus Pantau TMA Bendungan Katulampa
Selain itu, banjir bandang di Bogor disebabkan adanya Meso Scale Convective Complex (MCS). Apa itu MCS?
MCS diamati secara luas di seluruh dunia sebagai Mesoscale Convective Complex (MCC)
Mesoscale Convective Complex (MCC) biasanya diartikan sebagai bagian dari Mesoscale Convective System (MCS) yang merupakan kumpulan badai petir yang bertindak sebagai satu sistem. MCC memiliki ukuran yang sangat luas dan terdiri dari kumpulan awan stratiform dan konvektif.
MCS atau sistem konvektif skala meso merupakan suatu sistem yang terdiri dari kumpulan- kumpulan sel-sel konvektif dalam skala meso.
Ciri-ciri MCC memiliki masa hidup yang panjang, menyebabkan terjadinya cuaca buruk, dan bisa diamati melalui citra satelit.
MCC dapat menyebabkan terjadinya cuaca buruk, seperti banjir. Pengaruh MCC terhadap curah hujan dapat dihitung menggunakan metode Convective Stratiform Technique (CST) dan Modified Convective Stratiform Technique (MCST).

