Bogor, Denting.id – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim, resmi dikukuhkan sebagai Ayah dan Bunda Generasi Berencana (GenRe) Kota Bogor periode 2025–2027. Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperkuat peran dalam membina dan memfasilitasi generasi muda.
Dedie Rachim menyatakan bahwa amanah sebagai Ayah GenRe adalah tanggung jawab besar untuk membuka ruang yang lebih luas bagi remaja Kota Bogor.
“Saya sudah dikukuhkan sebagai Ayah GenRe, maka saya harus siap. Remaja Kota Bogor ini butuh saluran untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, dan ide kreatif. Nah, ini tentu harus kita fasilitasi,” ujar Dedie Rachim di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Senin (10/11/2025).
Kebijakan Pemkot Merespon Kebutuhan Remaja
Dedie Rachim menegaskan, berbagai kebijakan Pemkot Bogor—baik di bidang infrastruktur maupun pembangunan manusia—turut diarahkan untuk merespon dan menyerap aspirasi para remaja.
Pemkot Bogor terus mendorong program pembangunan manusia yang sejalan dengan visi nasional Generasi Emas Indonesia 2045, yakni menciptakan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan kompetitif secara global.
“Kita punya banyak program yang menyiapkan generasi emas. Bukan hanya melalui program seperti Makan Bergizi Gratis atau Sekolah Rakyat, tetapi juga bagaimana menyiapkan mental dan daya saing remaja agar kuat menghadapi dunia global,” kata Dedie.
Bunda GenRe Siap Dampingi Lewat Bogor Geulis dan Serbukatif
Sejalan dengan hal tersebut, Bunda GenRe Kota Bogor, Yantie Rachim, menyatakan kesiapannya berperan aktif mendampingi para remaja melalui berbagai program pembinaan dan edukasi positif.
Yantie menjelaskan, beberapa program yang akan dikolaborasikan bersama Forum GenRe antara lain Bogor Gerakan Untuk Lintas Generasi (Bogor Geulis) dan Seribu Kata Positif (Serbukatif).
Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN, Edi Setiawan, turut mengapresiasi komitmen pemimpin daerah ini.
Menurut Edi, Forum GenRe berperan krusial dalam memberikan edukasi terkait Persiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR) dan Triad KRR (pencegahan pernikahan dini, seks pranikah, dan penyalahgunaan narkoba).
“Dengan menjadi Ayah dan Bunda GenRe, pimpinan daerah akan semakin dekat dengan remaja, sekaligus menjadi pembuat kebijakan, penguat, dan fasilitator bagi mereka,” pungkas Edi.

