Bogor, Denting.id – Pemuda Katolik Komisariat Anak Cabang (Komac) Bogor Barat terus bergerak aktif dalam memperkuat jejaring di tingkat akar rumput. Langkah ini dibuktikan melalui kunjungan audiensi resmi dengan Pemerintah Kecamatan Bogor Barat guna memaparkan sejumlah program strategis yang berfokus pada kebutuhan riil masyarakat setempat.
Kehadiran pengurus Pemuda Katolik di Kantor Kecamatan Bogor Barat tersebut disambut hangat oleh Sekretaris Camat (Sekcam), Citra Widya Lestari. Dialog yang terbangun menjadi jembatan awal untuk merajut kolaborasi antara elemen pemuda lintas iman dengan birokrasi pemerintahan dalam menghadapi tantangan sosial-ekonomi yang semakin kompleks.
Pionir Organisasi dan Ekosistem Solusi
Ketua Pemuda Katolik Komac Bogor Barat, Ludgerus Manik, menjelaskan bahwa struktur kepengurusan yang dipimpinnya memiliki posisi istimewa sebagai pionir di tingkat kecamatan di Jawa Barat. Hal ini diharapkan menjadi benchmark atau model bagi penguatan basis organisasi di wilayah lain.
Dengan memegang teguh semboyan Pro Ecclesia et Patria (Demi Gereja dan Tanah Air), Ludgerus menegaskan kesiapan organisasinya untuk terlibat aktif dalam setiap lini pembangunan di Bogor Barat.
“Kami hadir bukan sekadar organisasi, tetapi sebagai ekosistem solusi, mulai dari katalisator kerukunan lintas iman, mitra pelaksana program pemerintah, hingga akselerator ekonomi kreatif dan think-tank berbasis data untuk mendukung perencanaan pembangunan, termasuk Musrembang,” ujarnya Senin (13/4/2026).
Tawarkan Program Hidroponik dan Mitigasi Isu SARA
Sebagai wujud nyata dari peran “ekosistem solusi” tersebut, Pemuda Katolik menyodorkan beberapa program unggulan. Salah satunya adalah pemanfaatan urban farming berbasis hidroponik. Program ini dinilai sangat relevan untuk menjaga ketahanan pangan keluarga di wilayah perkotaan yang minim lahan, sekaligus menjadi upaya preventif dalam menekan angka stunting.
Tak hanya di sektor ekonomi dan kesehatan, penguatan dialog lintas iman juga menjadi prioritas utama. Hal ini dilakukan untuk menciptakan sistem imun sosial di masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoaks) maupun isu SARA yang dapat merusak kondusivitas wilayah.
“Kami berkomitmen menyinergikan potensi SDM organisasi dengan program kecamatan guna mendorong pembangunan manusia, memperkuat toleransi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Ludgerus.
Respon Positif Pemerintah Kecamatan
Menanggapi gagasan tersebut, Sekretaris Camat Bogor Barat, Citra Widya Lestari, memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai pemikiran-pemikiran segar dari Pemuda Katolik merupakan energi tambahan yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan wilayah saat ini.
“Kami mengapresiasi gagasan dan semangat kolaborasi yang ditawarkan. Program-program yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penguatan ekonomi dan menjaga stabilitas sosial,” ujar Citra.
Citra juga menegaskan bahwa pintu kerja sama selalu terbuka lebar bagi organisasi kepemudaan yang ingin berkontribusi nyata. Ia berharap pertemuan ini tidak hanya berhenti di meja diskusi, tetapi berlanjut ke tahap eksekusi.
“Pemuda Katolik Komac Bogor Barat berpotensi menjadi mitra strategis pemerintah dalam merespons dinamika sosial dan ekonomi di tingkat wilayah. Kami berharap sinergi ini dapat ditindaklanjuti secara konkret melalui program-program yang terukur,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan pembahasan teknis guna menyinkronkan usulan program tersebut dengan agenda kerja Pemerintah Kecamatan Bogor Barat.
Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran pengurus kunci, antara lain:
-
Steven Simanjuntak (Wakil Ketua Bidang Sosial, Kebudayaan dan Lingkungan Hidup)
-
Maria Regina Uli Nadeak (Wakil Ketua Bidang Distribusi Kader, Politik dan Kepemiluan)
-
Boy Fernando Lumban Raja (Dewan Pakar Pemuda Katolik Komac Bogor Barat)
(*)

