Jakarta, denting.id – Pemerintah memastikan penanganan bencana di sejumlah wilayah Sumatera dilakukan secara serius dan maksimal, meski tidak ditetapkan sebagai bencana nasional. Presiden Prabowo Subianto menegaskan, keputusan tersebut justru diambil karena negara masih memiliki kemampuan penuh untuk menangani dampak bencana yang terjadi di beberapa provinsi.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas mengenai progres pembangunan 600 unit hunian bagi warga terdampak bencana, yang dipantau melalui siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Kamis.
Menurut Prabowo, bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memang berdampak luas, namun secara nasional masih dapat ditangani tanpa harus menetapkan status bencana nasional.
“Kita ini negara dengan 38 provinsi. Yang terdampak saat ini tiga provinsi. Selama negara masih mampu menangani secara serius dan cepat, tidak perlu dinyatakan sebagai bencana nasional,” ujar Prabowo.
Meski demikian, Presiden menegaskan pemerintah sama sekali tidak meremehkan situasi di lapangan. Ia menyebut keterlibatan langsung para menteri Kabinet Merah Putih sebagai bukti kesungguhan pemerintah.
Saat ini, sedikitnya 10 menteri dilaporkan berada di Aceh untuk menangani dampak bencana secara langsung. Dua menteri lainnya bertugas di Aceh Utara, sementara sejumlah menteri juga berada di provinsi terdampak lainnya.
“Ini bukan hal sepele. Dari kabinet, ada banyak menteri yang turun langsung. Ada yang di Aceh, Aceh Utara, dan daerah lain. Ini menunjukkan keseriusan kita,” tegasnya.
Prabowo juga memastikan pemerintah bekerja sepenuh tenaga dalam penanganan pascabencana, termasuk penyediaan anggaran yang memadai.
“Kita memandang ini sangat serius. Kita akan habis-habisan membantu dan anggaran sudah kita siapkan cukup besar,” katanya.
Dalam kunjungan kerjanya ke Aceh Tamiang, Prabowo meninjau langsung Rumah Hunian Danantara yang dibangun oleh BPI Danantara di Kebun Tj Seumantoh, Karang Baru. Hunian tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak bencana dan pembangunannya dimulai sejak 24 Desember 2025.
Sebelum meninjau lokasi, Presiden menyempatkan diri menyapa dan berinteraksi dengan warga yang telah menunggu kedatangannya. Prabowo kemudian meninjau bangunan hunian bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan menerima paparan progres pembangunan dari CEO Danantara, Rosan Roeslani.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kualitas bangunan dan kesiapan fasilitas bagi masyarakat terdampak bencana.

