Jakarta, Denting.id – Konflik yang memanas antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel mulai memicu efek domino ke sektor energi global. Salah satu dampak paling terasa kini menghantui kawasan Uni Eropa yang menghadapi ancaman serius kekurangan bahan bakar jet.
Laporan Al Jazeera menyebutkan bahwa kekhawatiran tersebut dipicu oleh potensi blokade di Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Gangguan di jalur strategis itu langsung berdampak pada pasokan bahan bakar jet, mengingat Eropa sangat bergantung pada impor dari kawasan Timur Tengah. Saat ini, Uni Eropa mengimpor sekitar 30–40 persen kebutuhan bahan bakar jetnya, dengan hampir setengahnya berasal dari wilayah Teluk.
Kepala Badan Energi Internasional, Fatih Birol, memperingatkan bahwa situasi bisa memburuk dengan cepat.
“Eropa mungkin hanya memiliki sekitar enam minggu lagi persediaan bahan bakar jet,” ujarnya. Ia menambahkan, pembatalan penerbangan berpotensi terjadi jika gangguan pasokan terus berlanjut.
Meski demikian, Komisioner Transportasi Uni Eropa, Apostolos Tzitzikostas, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kekurangan nyata.
“Tidak ada bukti kekurangan aktual bahan bakar jet. Pasar masih mampu mengelola tekanan,” katanya.
Namun tekanan di sektor penerbangan mulai terasa. Sejumlah maskapai di Eropa dan global telah mengurangi kapasitas, menaikkan biaya, bahkan membatalkan penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar.
Maskapai besar seperti Lufthansa dilaporkan memangkas puluhan ribu penerbangan sebagai langkah efisiensi di tengah krisis yang terus berkembang.
Industri penerbangan pun memperingatkan bahwa jika gangguan berlangsung lama, pembatalan massal bisa terjadi, terutama saat musim liburan musim panas.
Baca juga: Trump Puji Israel di Tengah Konflik Timur Tengah, Ketegangan dengan Iran dan NATO Memanas
Untuk mengantisipasi skenario terburuk, Uni Eropa kini menyiapkan langkah darurat, termasuk opsi impor bahan bakar jet dari Amerika Serikat serta pelepasan cadangan strategis guna menjaga stabilitas pasokan.

