Jakarta, Denting.id – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 yang berlaku mulai 10 Juni 2026 di seluruh jaringan SPBU Pertamina.
Berdasarkan daftar harga resmi yang dirilis perusahaan, harga Pertamax mengalami kenaikan dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter atau naik sebesar Rp3.950 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Green 95 meningkat dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter, atau bertambah Rp4.100 per liter.
Secara persentase, harga Pertamax mengalami kenaikan sekitar 32,1 persen, sedangkan Pertamax Green 95 naik sekitar 31,8 persen. Adapun sejumlah produk BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terbaru bersama pemerintah.
“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” kata Roberth dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, keputusan tersebut juga mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia dan telah melalui koordinasi dengan pemerintah selaku regulator.
Roberth memastikan kenaikan harga tidak akan memengaruhi ketersediaan pasokan BBM di lapangan. Pertamina, kata dia, akan menjaga distribusi agar tetap lancar dan mencegah terjadinya kelangkaan.
“Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina,” ujarnya.
Berikut daftar harga BBM Pertamina untuk wilayah DKI Jakarta yang berlaku mulai 10 Juni 2026:
Pertalite: Rp10.000 per liter (tetap)
Pertamax: Rp16.250 per liter (naik 32,1 persen)
Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter (naik 31,8 persen)
Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter (tetap)
Biosolar Subsidi: Rp6.800 per liter (tetap)
Dexlite: Rp23.000 per liter (tetap)
Pertamina Dex: Rp24.800 per liter (tetap)
Baca juga: Hotman Paris dan Natalius Pigai Bersitegang, Sindir Soal Jabatan hingga Kinerja Menteri HAM
Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green tersebut menjadi salah satu penyesuaian terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan diperkirakan akan berdampak pada biaya transportasi serta pengeluaran masyarakat pengguna BBM nonsubsidi.

