Menkeu Purbaya Akan Kunjungi China dan Inggris, Promosikan Panda Bond dan Euro Bond untuk Perkuat Rupiah

Jakarta, Denting.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke China dan Inggris pada pekan depan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat nilai tukar rupiah serta memperluas sumber pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Purbaya mengungkapkan dirinya akan bertolak ke China pada 16 Juni 2026 untuk mempromosikan penerbitan Panda Bond, yakni surat utang atau obligasi yang diterbitkan pemerintah dalam mata uang China, yuan atau renminbi.

“Saya akan ke China tanggal 16 untuk promosi Panda Bond,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, penerbitan Panda Bond merupakan strategi diversifikasi pembiayaan APBN sekaligus langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS).

Setelah dari China, Purbaya dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Inggris guna mempromosikan Euro Bond. Instrumen ini merupakan surat utang internasional yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan di luar negara asal mata uang tersebut dan diperdagangkan dalam denominasi mata uang yang berbeda dari mata uang lokal tempat obligasi dijual.

“Terus juga akan ke Inggris habis itu, untuk Euro Bond,” ujarnya.

Selain mempromosikan instrumen pembiayaan tersebut, kunjungan ke Inggris juga bertujuan untuk meyakinkan investor Eropa mengenai prospek ekonomi Indonesia dan berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah.

Purbaya menegaskan kondisi perekonomian nasional saat ini masih berjalan dengan baik di tengah dinamika global yang memengaruhi pasar keuangan.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat melemah hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar AS. Namun, pada penutupan perdagangan Jumat sore, rupiah berhasil berbalik menguat.

Baca juga: Chatib Basri Bungkam soal Isu Menggantikan Purbaya

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp17.860 per dolar AS, menguat 128 poin atau 0,71 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp17.988 per dolar AS.

 

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai