Bogor, Denting.id – Kondisi menyusutnya debit air secara drastis terpantau di Bendung Katulampa, Kota Bogor. Berdasarkan pantauan terbaru pada Rabu (15/7/2026), Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Ciliwung di bendungan tersebut menyentuh titik 0 sentimeter.
Meski demikian, pengelola memastikan pasokan untuk irigasi masih dalam kondisi aman dan normal.
Petugas Bendung Katulampa, Muhammad Alwan, menjelaskan bahwa kondisi 0 cm ini sudah terjadi sejak Selasa malam. Fluktuasi TMA sempat terjadi dalam beberapa hari terakhir, namun secara umum situasi ini masih dikategorikan sebagai kondisi normal di tengah musim kemarau.
”Untuk 0 cm itu dari semalam saja. Kemarin masih ada 10 cm, beberapa hari memang pernah 0, cuma ada 1-2 jam, terus 10 lagi, 0 lagi begitu,” ujar Alwan saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026).
Meski TMA Sungai Ciliwung di area bendungan berada di angka 0 cm dan membuat dasar sungai terlihat jelas, sektor irigasi dilaporkan tidak terdampak. Pasokan air untuk kebutuhan pertanian tetap terjaga melalui pintu intake yang dialirkan ke saluran irigasi.
Berbeda dengan kondisi sumur warga di wilayah pemukiman yang mulai mengalami kekeringan, pihak bendungan menegaskan bahwa sistem irigasi melalui kanal tersebut masih berfungsi optimal.
“Sebagian besar mungkin yang di atas sana ada banyak sumur warga yang kekeringan. Kalau di sini untuk kondisi irigasi masih aman, cuma TMA Ciliwungnya saja yang kosong,” tambahnya.
Terkait potensi kenaikan debit air dalam beberapa hari ke depan, pihak bendungan belum melihat adanya ancaman signifikan. Mengacu pada prakiraan BMKG, wilayah Bogor dan sekitarnya masih didominasi cuaca cerah hingga berawan dengan curah hujan yang rendah.
Belum ada tanda-tanda curah hujan tinggi yang akan memicu kenaikan debit air secara mendadak. Meski begitu, pihak bendungan terus melakukan pemantauan rutin untuk memastikan kondisi infrastruktur tetap terpantau dengan baik di tengah fluktuasi debit air yang saat ini terjadi.
Menanggapi kondisi TMA yang surut, pihak Bendung Katulampa tetap mengeluarkan imbauan kepada warga masyarakat, terutama yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung. Warga diminta untuk tetap siaga dan waspada terhadap perubahan cuaca sewaktu-waktu.
”Untuk himbauan kepada warga masyarakat atau warga di hilir bantaran Kali Ciliwung, tetap siaga dan waspada saja. Di saat hujan, kan ada beberapa wilayah yang berpotensi hujan,” pungkasnya.
.

