DLH Kota Bekasi Soroti Kali Bekasi yang Menghitam, Diduga Akibat Pencemaran dari Bogor

BEKASI, Denting.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi menyoroti perubahan kondisi air Kali Bekasi yang menghitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat. Kondisi tersebut diduga dipicu pencemaran yang berasal dari aliran Kali Cileungsi di Kabupaten Bogor.

 

Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan perubahan warna dan bau pada air sungai menunjukkan adanya penurunan kualitas air yang harus segera ditangani. Menurutnya, pencemaran yang terjadi tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

 

“Perubahan warna air menjadi hitam pekat disertai bau menyengat merupakan indikasi adanya penurunan kualitas air. Kondisi ini perlu ditangani secara cepat melalui koordinasi lintas wilayah,” ujarnya.

 

DLH Kota Bekasi menduga sumber pencemaran berasal dari aliran Kali Cileungsi yang berhulu di wilayah Kabupaten Bogor. Dugaan tersebut masih terus didalami melalui pemantauan lapangan dan pengambilan sampel air untuk mengetahui penyebab pasti serta jenis pencemar yang masuk ke badan sungai.

 

Kiswatiningsih menegaskan bahwa penanganan pencemaran sungai tidak dapat dilakukan oleh satu daerah saja. Mengingat Kali Bekasi merupakan aliran yang melintasi beberapa wilayah, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, serta pemerintah pusat agar upaya penanganan dapat berjalan efektif.

 

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah di wilayah hulu dan instansi terkait untuk menelusuri sumber pencemaran sekaligus mencari solusi agar kondisi sungai dapat segera dipulihkan,” katanya.

 

Selain melakukan pemantauan, DLH Kota Bekasi juga mengimbau pelaku usaha dan masyarakat agar tidak membuang limbah ke sungai. Kepatuhan terhadap aturan pengelolaan limbah dinilai menjadi salah satu kunci untuk menjaga kualitas air dan mencegah pencemaran berulang.

 

Kondisi Kali Bekasi yang menghitam turut menjadi perhatian warga. Selain menimbulkan bau tidak sedap, perubahan warna air juga memicu kekhawatiran terhadap dampaknya bagi ekosistem sungai dan kesehatan masyarakat.

 

DLH memastikan akan terus memantau perkembangan kualitas air Kali Bekasi serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengungkap sumber pencemaran. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat upaya pemulihan kualitas air sehingga fungsi sungai sebagai sumber daya lingkungan dapat kembali terjaga.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai