Kerap Berjualan di Trotoar, Pemkot Bogor Tertibkan PKL Jalan MA Salmun dan Jalan Merdeka

Bogor, Denting.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kerap memadati trotoar dan bahu jalan di kawasan Jalan MA Salmun dan Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor pada Rabu 12 Agustus 2026.

Penertiban ini dilakukan guna mengembalikan fungsi fasilitas umum bagi pejalan kaki serta menciptakan estetika kota yang rapi dan bersih.

​Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan bahwa para pedagang yang selama ini berjualan di atas trotoar akan didorong untuk masuk ke dalam area pasar resmi yang telah difasilitasi oleh pemerintah daerah.

​”Kita akan dorong mereka para PKL agar masuk ke Pasar Kebon Jahe. Besok Dinas PUPR Kota Bogor sudah kita perintahkan untuk menata ulang trotoar, dan kita pasang CCTV di empat titik, termasuk di Jalan Mayor Oking, MA Salmun, dan Jalan Merdeka ini,” ujar Jenal.

​Ia menjelaskan bahwa skema penataan kawasan ini mencakup tiga tahapan utama, mulai dari pembersihan massal melalui program padat karya yang melibatkan 1.600 personel, perbaikan fisik trotoar oleh Dinas PUPR, hingga pengawasan ketat oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memanfaatkan jaringan CCTV yang dianggarkan tahun ini.

​Jenal mengingatkan bahwa aktivitas berjualan hanya diperbolehkan di zona PKL resmi yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Bogor. Saat ini terdapat 13 titik resmi, di antaranya area belakang Gedung DPRD Kota Bogor yang dilengkapi kios berretribusi, serta kawasan UMKM di Sempur.

​Dalam penertiban tersebut, Jenal tak dapat menyembunyikan rasa kecewanya saat melihat kawasan yang sebelumnya telah dibersihkan kembali dalam kondisi kotor dan kumuh akibat lapak pedagang yang meluber hingga ke badan jalan.

​”Saya sudah melakukan penertiban lima kali ke sini. Bahkan di trotoar dan Jembatan MA Salmun itu sudah rapi, sudah cantik, saya ikut langsung ngepel dan nyikat trotoar. Jadi saya sakit hati melihat apa yang sudah kita jaga hari ini kotor lagi, hari ini kumuh lagi,” ungkapnya.

​Kendati demikian, ia menegaskan bahwa Pemkot Bogor tidak akan lelah untuk terus menjaga kerapian dan keasrian Kota Hujan. Apalagi, revitalisasi Pasar Merdeka diproyeksikan selesai dalam waktu dekat, sehingga kawasan sekitarnya ditargetkan harus sepenuhnya bersih (zero PKL).

​”Ya bagaimana lagi, ini tugas kami, tugas pemerintah, tugas kita semua menjaga Kota Bogor rapi, bersih, indah, dan asri. Pasar-pasar sudah kita fasilitasi, Pasar Merdeka juga sebentar lagi selesai, maka di sini harus zero PKL,” tegas Jenal.

​Selain masalah lapak liar yang menutupi trotoar, perhatian Wakil Wali Kota juga tertuju pada kondisi pepohonan peneduh di sepanjang jalan yang rusak akibat dipasangi paku untuk menempel atribut partai maupun reklame pedagang.

​”Saya cukup sedih melihat di kawasan ini cukup krodit. Sementara trotoar tertutupi display pajangan pedagang yang rasa-rasanya tidak estetik dan kurang rapi. Termasuk juga melihat pohon dipaku untuk atribut partai, rasanya memang pohon itu makhluk hidup yang butuh perlindungan. Jadi hari ini saya harus bertanggung jawab untuk mengingatkan dan menegur hal-hal yang merugikan kota,” pungkasnya.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai