BOGOR, Denting.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar doa bersama lintas agama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Tugu Kujang, Kota Bogor, Senin (17/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat toleransi, persatuan, dan kebersamaan antarumat beragama sekaligus mendoakan Indonesia agar senantiasa berada dalam kondisi aman, damai, dan sejahtera.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengajak masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-81 RI sebagai momentum untuk mensyukuri kemerdekaan sekaligus mendoakan berbagai persoalan yang tengah dihadapi bangsa.
Salah satunya adalah bencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Selain itu, doa juga dipanjatkan agar dinamika politik di Aceh dan Papua dapat segera berlangsung kondusif.
“Mari kita bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang tengah mengalami bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa hari yang lalu, semoga segera pulih dan bangkit dari kondisi yang mereka alami. Demikian juga dengan dinamika politik di Provinsi Aceh dan di Provinsi Papua, kita doakan juga semoga segera selesai,” kata Dedie.
Doa bersama dipimpin enam pemuka agama yang mewakili agama yang dianut masyarakat Indonesia. Mereka yakni KH Tb. Muhyidin dari Islam, Romo Endro dari Katolik, Pdt. Tri Santoso dari Kristen, I Made Sutem dari Hindu, Suhu Xue Shang dari Buddha, serta Js. Andri Harsono dari Konghucu.
Kehadiran para pemuka agama dalam satu rangkaian doa menjadi simbol keberagaman dan semangat persatuan yang terus dijaga di Kota Bogor.
Dedie mengatakan, kebersamaan merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, cita-cita Indonesia untuk menjadi negara yang maju, adil, makmur, dan sejahtera hanya dapat diwujudkan melalui kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
Ia menegaskan, pembangunan bangsa bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran serta, kontribusi, dan pengorbanan masyarakat juga dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan pembangunan dan persatuan.
“Tanpa kebersamaan dan pengorbanan dari seluruh elemen bangsa, cita-cita Indonesia yang maju dan sejahtera tidak akan dapat terwujud,” ujarnya.
Dedie juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini terus memberikan kontribusi dalam mendukung pembangunan sekaligus menjaga persatuan dan kerukunan di Kota Bogor.
Menurutnya, semangat toleransi dan nasionalisme yang terus tumbuh di tengah masyarakat harus dipertahankan dan menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
Ia berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Kota Bogor dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
“Dari Bogor untuk Indonesia. Mudah-mudahan semua rasa nasionalisme yang terus dibangun dan ditumbuhkan dapat menginspirasi wilayah-wilayah lain di Indonesia,” pungkasnya.
Doa bersama lintas agama tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kota Bogor. Kegiatan ini sekaligus menjadi refleksi bersama bahwa persatuan, toleransi, dan gotong royong merupakan bagian penting dalam menjaga keutuhan bangsa.

