JAKARTA, Denting.id – Pedangdut Inul Daratista kembali menjadi sorotan setelah mengungkap alasan dirinya konsisten menolak tawaran untuk terjun ke dunia politik.
Melalui unggahan di media sosial, Inul mengaku sudah beberapa kali mendapat ajakan masuk partai politik hingga ditawari posisi di parlemen. Berbagai fasilitas disebut menjadi bagian dari tawaran tersebut, mulai dari dukungan politik, mentoring, gaji, hingga tunjangan.
Namun, tawaran itu tidak membuat pelantun Goyang Ngebor tersebut tertarik. Inul mengatakan dirinya lebih nyaman tetap menjadi masyarakat biasa dan tidak ingin terlibat dalam dinamika politik.
“Aku enggak tergiur jabatan sebab aku tetep di posisi wong cilik, takut jadi umpan politik dan makanan empuk tumbal keadaan dan kondisi saat rawan.”
Inul juga menyinggung latar belakang pendidikannya. Ia mengaku merasa tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk menjadi pejabat dan memilih menjalani perannya sebagai warga negara dengan caranya sendiri.
“Sekolahku aja ga pinter, cukuplah jadi warga yang baik saja,” ujarnya.
Singgung Rekan Artis yang Masuk Politik
Dalam unggahannya, Inul juga menceritakan pengalaman dengan seorang rekan sesama artis. Menurutnya, artis tersebut pernah mengingatkan agar dirinya tidak masuk ke dunia politik karena dinilai memiliki risiko besar.
Namun, situasi kemudian berubah. Inul menyebut rekan tersebut justru memutuskan bergabung dengan partai politik setelah pelaksanaan Pilpres.
Selain mengungkap pendiriannya, Inul turut mengkritik sejumlah pejabat yang menurutnya lebih mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan masyarakat.
Ia menyoroti gaya hidup mewah dan kebiasaan memamerkan kekayaan yang dinilainya tidak sejalan dengan kualitas kinerja maupun keberpihakan kepada rakyat.
“Kepentingan rakyat adalah nomor satu,” tulis Inul.
Ia kemudian menyindir oknum pejabat yang menurutnya mendapatkan posisi bukan semata karena kemampuan, melainkan karena faktor uang dan kedekatan dengan pihak yang memiliki kekuasaan.
Pernyataan tersebut menjadi bentuk sikap Inul terhadap dunia politik. Alih-alih mengejar jabatan dan berbagai fasilitas yang ditawarkan, ia memilih tetap berada di luar lingkaran kekuasaan dan menjalani kehidupan sebagai warga biasa.

