15.722 Rekening Bansos di Bekasi Dinonaktifkan, 357 Penerima Sudah Ajukan Sanggah

BEKASI, Denting.id – Sebanyak 15.722 rekening penerima manfaat bantuan sosial (bansos) di Kota Bekasi dinonaktifkan setelah terindikasi terkait aktivitas judi online (judol).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi Robert TP Siagian mengatakan, data tersebut diterima dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI berdasarkan laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Robert menegaskan, status terindikasi tidak serta-merta menunjukkan bahwa penerima bansos terbukti melakukan aktivitas judi online.

Karena itu, masyarakat yang merasa tidak terlibat atau menilai data penonaktifan tersebut tidak sesuai masih dapat melakukan klarifikasi melalui mekanisme sanggah yang tersedia di kelurahan setempat.

“Bagi warga yang statusnya dibekukan tidak perlu panik. Karena masih dapat melakukan klarifikasi kembali atau sanggah banding di kelurahan setempat,” ujar Robert saat ditemui di Plaza Pemkot Bekasi, Selasa (8/9/2026).

357 Penerima Sudah Ajukan Sanggah

Menurut Robert, mekanisme sanggah disediakan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat menjelaskan kondisi apabila merasa tidak terlibat dalam aktivitas yang menjadi dasar penonaktifan rekening.

Dari total 15.722 rekening penerima manfaat yang dinonaktifkan, sebanyak 357 penerima telah mengajukan sanggah.

“Dari 15.722 rekening penerima manfaat yang dinonaktifkan, sebanyak 357 orang telah mengajukan sanggah,” ungkap Robert.

Ia mengatakan, proses tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penyaluran bansos tetap tepat sasaran sekaligus memberikan ruang klarifikasi bagi masyarakat yang datanya terindikasi bermasalah.

“Langkah penangguhan ini kami lakukan murni agar bantuan sosial dari pemerintah benar-benar digunakan secara tepat sasaran dan tepat manfaat,” katanya.

Bansos Harus Digunakan Sesuai Peruntukan

Robert juga mengingatkan masyarakat penerima bansos agar menggunakan bantuan yang diberikan pemerintah sebagaimana mestinya.

Menurut dia, pemanfaatan bansos secara tepat penting agar program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga yang membutuhkan.

“Mari bersama menjaga bantuan sosial agar tepat sasaran, digunakan sebagaimana mestinya, dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan keluarga,” tutupnya.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai