BANDUNG BARAT, Denting.id – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, berada dalam kondisi kritis. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memprediksi kapasitas TPA yang menjadi tempat pembuangan sampah wilayah Bandung Raya tersebut akan penuh pada akhir Desember 2026.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, Pemprov Jabar tengah menyiapkan sejumlah langkah jangka pendek untuk memperpanjang usia tampung TPA Sarimukti. Pada saat yang sama, pemerintah juga mengkaji solusi yang lebih permanen untuk mengatasi persoalan sampah Bandung Raya.
“Terkait dengan Sarimukti, kalau biasa-biasa, Desember itu kita sudah penuh. Makanya satu, kemarin saya ke lapangan langsung. Saya konsolidasi dengan semua kepala OPD termasuk Dinas LH-nya, bagaimana kami melakukan treatment tiga bulan ke depan sampai dengan Desember,” kata Herman di Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026).
Salah satu langkah darurat yang disiapkan adalah compacting atau pemadatan sampah. Metode tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan ruang yang masih tersedia sehingga kapasitas tampung TPA Sarimukti dapat ditambah dalam waktu relatif singkat.
Herman mengatakan, persoalan Sarimukti tidak dapat hanya diselesaikan dengan memperluas kapasitas tempat pembuangan. Pengurangan sampah dari sumbernya, terutama rumah tangga, juga menjadi bagian penting dalam penanganan sampah Bandung Raya.
Saat ini, produksi sampah di wilayah Bandung Raya mencapai sekitar 5.000 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.500 ton setiap hari dikirim ke TPA Sarimukti.
Yang menjadi perhatian Pemprov Jabar, sekitar separuh dari sampah yang masuk ke Sarimukti merupakan sampah makanan.
“Karena yang 1.500 per hari ke Sarimukti, setengahnya sampah makanan. Artinya bisa diikhtiar-kan dong di hulu. Sudahlah jangan setengahnya, 20 persen saja. Bayangkan produksi sampah Bandung Raya 5.000 ton per hari, kalau kurang 20 persen berarti berapa? 1.000 ton!” ujar Herman.
Menurut Herman, pengurangan sampah hingga 1.000 ton per hari dari sumbernya akan memberikan dampak signifikan terhadap beban TPA Sarimukti.
Karena itu, Pemprov Jabar tidak ingin upaya pengurangan sampah berhenti pada kampanye. Pemerintah menyiapkan program edukasi langsung kepada masyarakat dengan melibatkan perguruan tinggi.
Sebanyak 98 perguruan tinggi di Jawa Barat akan dilibatkan dalam program edukasi pengelolaan sampah di wilayah Bandung Raya. Mulai awal Oktober 2026, sekitar 25 ribu mahasiswa akan diterjunkan untuk membantu mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.
“Kami konsolidasi dengan perguruan tinggi, 98 perguruan tinggi akan menurunkan 25.000 mahasiswa untuk bahu-membahu dengan 50 camat dan ratusan kepala desa/lurah untuk melakukan edukasi penanganan sampah di tingkat rumah tangga,” kata Herman.
Selain pemadatan sampah dan pengurangan sampah dari sumbernya, Pemprov Jabar juga menyiapkan pembangunan gravity wall di kawasan TPA Sarimukti.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menangani kondisi Sarimukti dalam jangka pendek sekaligus mendorong perubahan pola pengelolaan sampah di Bandung Raya.
Pemerintah berharap penanganan tidak lagi hanya berorientasi pada pembuangan sampah ke TPA, tetapi mulai bergeser ke upaya pengurangan dan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

