SAKIP Diperkuat, IPM Bogor Capai 79,75 Persen dan Kemiskinan Turun

 

BOGOR, Denting.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) untuk memastikan program pembangunan berjalan terukur dan berdampak terhadap peningkatan pelayanan publik.

Penguatan SAKIP tersebut berjalan beriringan dengan sejumlah capaian indikator makro pembangunan Kota Bogor. Salah satunya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang pada 2025 mencapai 79,75, melampaui target pemerintah daerah sebesar 78,81.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan capaian IPM Kota Bogor juga berada di atas angka Jawa Barat sebesar 75,50 dan nasional sebesar 75,90.

“Alhamdulillah, sepanjang tahun 2025 Indeks Pembangunan Manusia di Kota Bogor terus mengalami peningkatan, bahkan melebihi target. Target Kota Bogor itu 78,81 dan realisasinya 79,75,” kata Dedie saat Ekspose Implementasi SAKIP Kota Bogor bersama Kementerian PANRB di Balai Kota Bogor, Selasa (6/10/2026).

Selain IPM, indikator kemiskinan Kota Bogor juga menunjukkan penurunan. Tingkat kemiskinan tercatat sebesar 5,89 persen, lebih rendah dibandingkan Jawa Barat sebesar 7,02 persen dan nasional sebesar 8,47 persen.

“Tingkat kemiskinan Kota Bogor 5,89, Jawa Barat 7,02 dan nasional 8,47. Penanggulangan kemiskinan yang dilakukan Kota Bogor menunjukkan hasil yang positif dari berbagai langkah kebijakan yang dilakukan sehingga berdampak pada masyarakat,” ujarnya.

Dorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Dedie menjelaskan, penanggulangan kemiskinan dilakukan melalui sejumlah kebijakan, salah satunya mendorong masuknya investasi ke Kota Bogor.

Menurutnya, investasi diharapkan membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Upaya tersebut kemudian memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Saat ini, pertumbuhan ekonomi Kota Bogor tercatat 5,45 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sebesar 5,32 persen dan nasional sebesar 5,11 persen.

“Alhamdulillah, tren capaian Kota Bogor terus mengalami peningkatan. Dan untuk indikator capaian makro kami mengimplementasikan pada visi misi,” kata Dedie.

Pemkot Bogor juga menjalankan berbagai program pembangunan melalui Bogor Beres dan Bogor Maju yang diarahkan untuk mendorong pembangunan secara berkeadilan dan merata.

SAKIP Jadi Instrumen Pengukuran Kinerja

Dalam memperkuat tata kelola kinerja, Pemkot Bogor menerapkan metode Balanced Scorecard (BSC), yakni pendekatan manajemen strategis yang digunakan untuk mengukur kinerja dan mengelola strategi secara menyeluruh.

Pendekatan tersebut tidak hanya melihat aspek keuangan, tetapi juga mempertimbangkan aspek nonkeuangan. Dengan demikian, pelaksanaan program dapat diarahkan untuk menghasilkan pelayanan publik yang lebih baik meski dilakukan dengan anggaran terbatas.

Dedie menegaskan, SAKIP menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program perangkat daerah memiliki perencanaan dan ukuran kinerja yang jelas.

“Sehingga keberadaan SAKIP menjadi penting dalam melaksanakan perencanaan, pengukuran, implementasi sampai pada evaluasi kinerja pada perangkat daerah,” ujarnya.

Pemkot Bogor juga melakukan inventarisasi terhadap berbagai program yang perlu ditindaklanjuti agar tetap sesuai dengan perencanaan. Setiap capaian kemudian diukur, termasuk dampaknya terhadap masyarakat, sebelum dituangkan dalam laporan kinerja dan evaluasi.

“Sehingga SAKIP juga membantu dalam penganggaran yang tepat sasaran,” tegas Dedie.

Melalui penguatan implementasi SAKIP, Pemkot Bogor berupaya memastikan kebijakan dan anggaran pemerintah tidak hanya berorientasi pada pencapaian administratif, tetapi juga menghasilkan dampak yang terukur bagi masyarakat.

 

Editor : Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai