Harapan Baru Penarik Becak Lansia di Tangerang, Tak Perlu Lagi Bayar Sewa Harian

 

TANGERANG, Denting.id – Bantuan becak listrik menjadi harapan baru bagi para penarik becak lanjut usia di Kota Tangerang. Setelah puluhan tahun mengandalkan tenaga untuk mengayuh becak konvensional, mereka kini berkesempatan memiliki armada sendiri tanpa harus mengeluarkan uang sewa setiap hari.

Sebanyak 280 unit becak listrik direncanakan dibagikan kepada penarik becak di Kota Tangerang melalui program Presiden Prabowo Subianto. Sebelum menerima bantuan, para penarik becak mengikuti uji coba sekaligus pelatihan penggunaan becak listrik di halaman Kantor Kelurahan Koang Jaya, Jumat (23/10/2026).

Bagi para penarik becak yang sebagian telah berusia lanjut, kehadiran armada bertenaga listrik ini diharapkan dapat meringankan beban fisik sekaligus membantu meningkatkan penghasilan mereka.

Salah satunya Hayadi (70). Selama ini, ia harus menyewa becak milik kerabatnya seharga Rp20.000 per hari untuk mencari nafkah, terutama dengan mengantar dan menjemput anak-anak sekolah yang menjadi pelanggannya.

“Sehari-hari becaknya nyewa, nyewanya Rp20.000,” kata Hayadi.

Dari penghasilan sekitar Rp60.000 sehari, sebagian uangnya harus digunakan untuk membayar sewa becak. Kondisi tersebut membuat pendapatannya harus dibagi dengan biaya operasional sebelum digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Tak Lagi Mengandalkan Tenaga Sepenuhnya

Setelah mencoba becak listrik, Hayadi merasakan perbedaan dibandingkan becak konvensional yang selama ini digunakannya.

Menurut dia, tenaga listrik membuat becak lebih mudah dikendarai sehingga tidak terlalu menguras tenaga, terutama di usianya yang sudah menginjak 70 tahun.

“Beda rasanya, enggak begitu menguras tenaga seperti becak biasa,” tuturnya.

Hayadi berharap bantuan tersebut benar-benar dapat diterimanya. Dengan memiliki armada sendiri, ia tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membayar sewa harian.

“Kalau nanti diberikan, setidaknya saya punya armada sendiri dan tidak perlu memikirkan sewa harian lagi untuk kebutuhan rumah,” lanjutnya.

Tarsan Kembali Bersiap Menarik Becak

Harapan serupa juga dirasakan Tarsan (69), yang telah menjalani profesi sebagai penarik becak sejak 1990.

Puluhan tahun menggantungkan hidup dari pekerjaan tersebut membuat becak menjadi sumber penghasilan utamanya. Namun, ia sempat kehilangan armada setelah becak tuanya dijual karena mengalami kerusakan dan dirinya membutuhkan uang untuk keperluan mendesak.

“Becaknya sudah dijual karena rusak dan ada kebutuhan mendadak,” ujar Tarsan.

Kini, kesempatan memperoleh becak listrik membuka harapan bagi Tarsan untuk kembali bekerja dan memperoleh penghasilan.

Bagi Hayadi dan Tarsan, becak listrik bukan sekadar kendaraan baru. Bantuan tersebut menjadi peluang untuk tetap mencari nafkah di usia senja dengan beban fisik yang lebih ringan dan tanpa harus terus memikirkan biaya sewa armada.

Editor : Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai