SUKABUMI, Denting.id — Warga terdampak kekeringan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyerbu bantuan air bersih yang disalurkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Jumat (23/10/2026). Sebanyak 13.000 liter air bersih didistribusikan untuk membantu memenuhi kebutuhan harian masyarakat yang kesulitan mendapatkan pasokan air.
Penyaluran bantuan dilakukan di Kecamatan Cisolok dan Cikakak. Di tengah menyusutnya sumber air akibat kekeringan, pasokan dari BPBD menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Di Kecamatan Cisolok, petugas mendistribusikan 5.000 liter air bersih ke Kampung Mulya Baru RT 05/RW 05, Desa Pasir Baru. Warga terlihat mengantre untuk mendapatkan air yang akan digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan bantuan tersebut merupakan respons atas kesulitan warga mendapatkan air bersih.
“Kami mendistribusikan sebanyak 5.000 liter air bersih khusus untuk warga terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Cisolok. Langkah ini merupakan bentuk penanganan cepat BPBD dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar air bersih masyarakat yang kian menipis,” ujar Daeng.
Bantuan kemudian dilanjutkan ke Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak. Sebanyak 8.000 liter air bersih disalurkan ke Kampung Cihaur RT 001/RW 005 dan Kampung Gombong RT 002/RW 007.
Distribusi tersebut menjangkau sekitar 200 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan.
“Untuk wilayah Desa Cimaja di Kecamatan Cikakak, kami menyalurkan total 8.000 liter air bersih yang menjangkau 200 kepala keluarga. Pendistribusian dilakukan di dua titik lokasi agar penyalurannya merata dan tepat sasaran,” jelasnya.
Proses penyaluran melibatkan petugas BPBD, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta pengurus RT dan RW setempat.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan tertib dan bantuan menjangkau warga yang membutuhkan.
Daeng mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penyaluran bantuan tersebut. Ia berharap pasokan air bersih dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kekeringan berlangsung.
Sebanyak 13.000 liter air bersih yang disalurkan ke dua kecamatan itu menjadi bantuan sementara bagi warga yang terdampak menyusutnya sumber air. Penanganan lanjutan diperlukan apabila kondisi kekeringan masih menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh air bersih.
Editor : Linna Susanti

