SUKABUMI, Denting.id — Sebanyak 134 warga Pondok Pesantren Baiti Jannati, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (14/8/2026).
Dari jumlah tersebut, 133 orang merupakan santri dan satu lainnya adalah ustaz. Mereka mengalami sejumlah gejala gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan di lingkungan pondok pesantren.
Gejala yang dialami para korban antara lain pusing, mual, muntah hingga mulas. Sejumlah warga yang mengalami keluhan kemudian mendapatkan penanganan medis.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi langsung menerjunkan tim epidemiologi untuk melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
Kepala Dinkes Kota Sukabumi Ida Halimah mengatakan, petugas telah melakukan pengambilan dan pengamanan sejumlah sampel yang berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi para korban.
Sampel tersebut di antaranya berupa sisa makanan dari menu MBG serta bahan makanan yang terdapat di dapur pesantren. Beberapa jenis sampel yang diamankan meliputi sayuran pakcoy, telur, tempe, dan susu dalam kemasan kotak.
Selain mengambil sampel makanan, tim medis juga mengumpulkan sampel muntahan dari sejumlah pasien. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu pemeriksaan laboratorium dan mendeteksi kemungkinan adanya kontaminasi bakteri yang menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan.
“Tim epidemiologi melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini, termasuk dengan mengambil berbagai sampel yang berkaitan dengan makanan dan kondisi pasien,” ujar Ida.
Pemeriksaan terhadap sampel tersebut menjadi bagian penting dalam proses investigasi. Hasil laboratorium nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kemungkinan sumber kontaminasi dan penyebab munculnya gejala pada para korban.
Dinkes Kota Sukabumi juga terus memantau kondisi para santri dan ustaz yang mengalami keluhan. Penanganan medis dilakukan sesuai kondisi masing-masing pasien.
Kejadian ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan pelaksanaan program MBG yang menyasar kelompok masyarakat, termasuk para pelajar dan santri.
Dinkes Kota Sukabumi memastikan proses penyelidikan terus dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada makanan yang telah dikonsumsi, tetapi juga berbagai faktor lain yang berpotensi menjadi penyebab munculnya kejadian tersebut.
Hingga hasil pemeriksaan laboratorium keluar, penyebab pasti insiden tersebut belum dapat disimpulkan. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.

