JAKARTA, Denting.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengizinkan fasilitas Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan liga sepak bola jalanan atau liga aspal. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperluas kegiatan olahraga bagi anak muda sekaligus menekan aksi tawuran di Ibu Kota.
Pramono mengatakan, liga aspal yang telah digagas di Jakarta Timur berpeluang diperluas ke seluruh wilayah Jakarta. Dia mendukung setiap daerah yang ingin menyelenggarakan kompetisi serupa, termasuk dengan memanfaatkan fasilitas publik.
“Jadi, intinya, apa yang dimulai di Jakarta Timur, nanti saya akan izinkan semua daerah untuk mempunyai liga aspal, kalau memang ada. RPTRA juga nggak apa-apa. Yang penting, jangan kemudian merusak taman dan sebagainya,” kata Pramono saat meresmikan sarana dan prasarana olahraga tinju di kolong Flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat.
Menurutnya, kegiatan olahraga perlu diperbanyak agar anak muda memiliki ruang untuk menyalurkan energi, minat, dan bakat melalui aktivitas yang positif.
Pramono menilai, penyediaan fasilitas olahraga dan kompetisi dapat menjadi salah satu strategi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mencegah keterlibatan remaja dalam aksi tawuran.
Dia mencontohkan, keberadaan arena tinju dan kegiatan liga aspal di kawasan Kampung Melayu disebut telah memberikan dampak terhadap penurunan tawuran di wilayah tersebut.
“Kenapa saya secara spontan untuk liga aspal di tempat ini langsung memberikan persetujuan? Karena laporannya tadi, begitu ada tempat ini, kemudian ada liga aspal, ada sarana tinju, dan yang lainnya, itu menurunkan secara signifikan tawuran yang ada di Kampung Melayu ini,” ungkapnya.
Atas dasar itu, Pramono membuka kesempatan bagi wilayah lain untuk mengembangkan kegiatan serupa. Pemanfaatan RPTRA sebagai arena pertandingan juga diperbolehkan selama tidak mengganggu fungsi fasilitas publik maupun merusak taman.
Melalui perluasan liga aspal, Pemprov DKI berharap semakin banyak anak muda terlibat dalam kegiatan olahraga yang terarah dan produktif.
Editor : Linna Susanti

