Jakarta, Denting.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih berpeluang menguat lebih jauh dari posisi saat ini yang berada di kisaran Rp16.700 per dolar AS.
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan Selasa (27/1/2026) dengan menguat 0,06% ke level Rp16.760 per dolar AS. Penguatan tersebut melanjutkan tren positif sehari sebelumnya, di mana pada penutupan perdagangan Senin (26/1/2026) rupiah tercatat menguat 0,24% di posisi Rp16.770 per dolar AS.
Purbaya menilai, secara fundamental rupiah seharusnya bisa berada pada level yang lebih kuat. Salah satu faktornya adalah tren pelemahan dolar AS di pasar global yang turut memengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang negara lain.
“Kalau saya lihat sih dolar akan cenderung dilemahkan di pasar global, yen dikuatkan, itu biasanya berpengaruh. Kalau upaya-upaya konservatif itu berpengaruh ke nilai tukar dolar dan mata uang lain dalam jangka waktu cukup panjang, jadi kalau kita pintar-pintar sedikit harusnya rupiah menguat lebih jauh dari level sekarang,” kata Purbaya di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Ia menyebutkan, level kurs rupiah yang ideal saat ini sejalan dengan asumsi makro dalam APBN 2026, yakni di kisaran Rp16.500 per dolar AS. Pemerintah, kata Purbaya, juga akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi agar bisa mencapai sekitar 6% pada tahun ini, dengan inflasi tetap terkendali, sehingga mampu menarik minat investor global.
“Saya akan dorong ke arah 6% dengan inflasi masih terkendali. Nah itu kan Rp16.500. Kalau saya tanya orang rupiah yang berapa yang pas, ya sudah pakai yang ini saja Rp16.500,” ujarnya.
Selain faktor global dan pertumbuhan ekonomi, Purbaya juga menilai penguatan rupiah didukung oleh langkah Bank Indonesia (BI) yang semakin efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Ia menegaskan bahwa penguatan rupiah bukan semata-mata dipengaruhi oleh sentimen pasar terkait masuknya Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI.
“Bukan karena Pak Thomas saja, memang langkah bank sentral sudah lebih baik dari sebelumnya. Kita serahkan sepenuhnya ke bank sentral untuk mengendalikan nilai tukar, kita percaya mereka mampu, dan dalam waktu sebentar saja rupiah sudah menguat,” katanya.
Sebagai otoritas fiskal, Purbaya memastikan Kementerian Keuangan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar melalui perancangan kebijakan ekonomi yang mampu menarik investasi asing dan memperkuat pasokan dolar di dalam negeri.
Baca juga: Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Segera Menguat Usai Hampir Sentuh Rp17.000 per Dolar AS
“Kalau saya di keuangan, memastikan program-program ekonominya berjalan dengan baik, pondasinya terus kuat ke depan. Investor melihat itu dan mereka masuk ke sini, sehingga rupiah ikut menguat secara signifikan. Saya pikir arahnya ke sana,” pungkas Purbaya.
