Masjid Negara IKN Jadi Ruang Temu Keberagaman di Bulan Ramadan 1447

Jakarta, Denting.id – Ramadan 1447 Hijriah di Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadirkan wajah baru pembangunan yang tak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga fondasi sosial dan spiritual. Di tengah aktivitas konstruksi dan penataan kawasan, Masjid Negara IKN menjadi ruang temu yang menyatukan aparatur sipil negara, pekerja proyek, hingga warga sekitar dalam satu saf Salat Jumat, Jumat (20/2/2026).

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, untuk pertama kalinya menjadi khatib Salat Jumat di masjid tersebut. Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa rumah ibadah di IKN harus memainkan peran yang lebih luas dari sekadar tempat ritual keagamaan.

“Masjid ini tidak boleh hanya menjadi tempat salat. Ia harus menjadi pusat pemberdayaan umat, rumah besar bagi kemanusiaan, dan mercusuar toleransi,” ujar Nasaruddin Umar.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan di IKN tidak semata mengejar kemegahan fisik, melainkan juga membangun karakter dan harmoni sosial. Otorita IKN disebut terus mendorong terciptanya ekosistem kehidupan di mana keberagaman tumbuh berdampingan dengan nilai persatuan.

Usai pelaksanaan Salat Jumat, Menag meninjau sejumlah fasilitas publik yang tengah dikembangkan di kawasan Nusantara. Di antaranya progres pembangunan Gereja Santo Fransiskus Xaverius, RS Hermina, Rumah Susun ASN 1, serta Kantor Bersama. Peninjauan tersebut menunjukkan bahwa sarana pelayanan publik dan fasilitas keagamaan dibangun secara paralel sebagai bagian dari visi kota masa depan yang inklusif.

Baca juga: Pemerintah Perkuat Koordinasi Jaga Stabilitas Saat Ramadan

Aktivitas ibadah di IKN pun disebut berjalan beriringan dengan pembangunan. Para pekerja proyek, pegawai, dan masyarakat berbaur dalam suasana kebersamaan di masjid yang menyatukan banyak perbedaan, menjadi simbol bahwa Nusantara dibangun bukan hanya dengan beton dan baja, tetapi juga dengan nilai toleransi dan persaudaraan.

Mungkin Anda Menyukai