BOGOR,Denting.id – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, menjenguk dua korban kebakaran yang masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit PMI Kota Bogor, Jumat (6/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan para korban mendapatkan perawatan medis serta pendampingan dari Pemerintah Kota Bogor.
Kebakaran yang diduga dipicu kebocoran gas itu terjadi pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 19.25 WIB di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang anak berusia 8 tahun dan seorang nenek mengalami luka bakar, sementara seorang balita berusia 1,4 tahun meninggal dunia.
Saat kejadian, ibu dari anak-anak tersebut selamat karena sedang bekerja di luar rumah. Yantie Rachim menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi.
Ia mengatakan Pemerintah Kota Bogor akan memberikan pendampingan kepada para korban yang masih menjalani perawatan. Kondisi mereka juga terus dipantau oleh tim dokter di RS PMI Kota Bogor.
“Saya mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya balita akibat kebakaran ini. Kepada korban yang masih dirawat kami akan melakukan pendampingan. Kondisi korban juga akan terus diobservasi oleh dokter-dokter dari PMI. Kemungkinan akan ada tindakan operasi dan nenek juga harus dirujuk ke Jakarta,” ujar Yantie Rachim kepada awak media.
Dalam kunjungan tersebut, Yantie Rachim juga membawa bantuan serta santunan duka cita bagi keluarga korban. Ia memastikan Pemerintah Kota Bogor akan membantu mencarikan tempat hunian sementara bagi keluarga korban setelah kondisi mereka membaik.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi bahaya di dalam rumah, terutama yang berkaitan dengan penggunaan gas, listrik, maupun peralatan elektronik.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, mengatakan seluruh proses administrasi pengobatan korban telah diselesaikan dan biaya perawatan dijamin oleh BPJS Kesehatan.
Menurutnya, meskipun awalnya pasien merupakan peserta BPJS mandiri, seluruh pembiayaan perawatan baik untuk anak yang dirawat di RS PMI Kota Bogor maupun nenek yang akan dirujuk ke rumah sakit di Jakarta telah dijamin.
Selain penanganan medis, Pemerintah Kota Bogor juga memastikan adanya pendampingan psikologis bagi keluarga korban yang selamat. Pendampingan tersebut akan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari puskesmas setempat.
Direktur Pelayanan Medis RS PMI Kota Bogor, Firmansyah Abdi, menjelaskan kondisi nenek yang saat ini dirawat mengalami luka bakar derajat dua dengan luas luka sekitar 80 persen.
Akibat luka bakar tersebut, korban juga mengalami trauma serta cedera pada saluran napas sehingga memerlukan penanganan di rumah sakit tipe A. Pihak rumah sakit saat ini telah berkoordinasi dengan beberapa rumah sakit besar di Jakarta untuk proses rujukan.
Sementara itu, anak yang juga menjadi korban rencananya akan menjalani tindakan bedah plastik berupa pembersihan luka. Namun tindakan tersebut baru dapat dilakukan setelah kondisi tubuh pasien stabil dan pulih dari kehilangan mineral akibat luka bakar.
Pihak rumah sakit berharap melalui perawatan intensif yang diberikan, kondisi kedua pasien dapat terus membaik.
