Jakarta.Denting.id – Video lama yang menampilkan Anies Baswedan tengah membahas rencananya untuk memberantas korupsi viral kembali di media sosial. Unggahan yang dibagikan ulang oleh akun X @regar_op0sisi tersebut memicu perbincangan hangat di kalangan warganet, terutama terkait dengan kasus korupsi timah yang melibatkan pengusaha Harvey Moeis.
Dalam video tersebut, Anies membicarakan “ketakutan terbesar” bagi para koruptor, yakni kemiskinan. Menurutnya, koruptor yang terjerat hukum karena keserakahan hanya bisa dihentikan dengan memberikan rasa takut. “Apa yang paling ditakuti koruptor? Koruptor itu di mana-mana paling takut jadi miskin,” ujar Anies dalam video tersebut.
Anies menambahkan bahwa, menurut pandangannya, pemerintah harus memiliki undang-undang pemiskinan yang menyasar langsung kepada para pelaku korupsi. “Kita harus memastikan Undang-Undang untuk Pemiskinan bagi pelaku korupsi itu ditetapkan, dan itu menjadi hukuman yang paling menjerakan,” tambahnya.
Resmi! PMK 131/2024 Atur PPN 12% Hanya Untuk Barang Mewah
Pemiskinan Koruptor: Gagasan yang Mengundang Reaksi
Gagasan Anies untuk memiskinkan koruptor dengan merampas seluruh aset mereka, sehingga mereka tidak bisa menikmati hasil tindak pidana yang mereka lakukan, disambut beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menilai hal ini sebagai langkah yang dapat menimbulkan efek jera, khususnya bagi mereka yang berbuat korupsi dengan niat keserakahan.
“Begitu Anda korup, maka Anda dimiskinkan oleh negara. Seluruh asetnya diambil alih oleh negara, sehingga habis kekayaan itu. Dan itu orang akan berpikir tiga kali,” jelas Anies.
Rencana pemberantasan korupsi Anies ini langsung dikaitkan dengan kasus Harvey Moeis, suami dari selebritas Sandra Dewi, yang baru-baru ini menjadi sorotan karena keputusan hakim yang dianggap terlalu ringan dalam kasus korupsi timah yang melibatkan dirinya. Warganet berpendapat bahwa jika Anies berada di posisi lebih tinggi, kasus seperti ini bisa berakhir dengan hukuman yang jauh lebih tegas.
“Anies sekarang yang jadi presidennya, auto miskin itu di Harvey Moeis,” komentar @loon*******, sementara @itb**** menambahkan, “Yang baru kemaren udah mah hukumannya ringan, ditambah nggak dimiskinkan lagi.”
Respons dari Warganet: Pujian dan Kritikan
Beberapa pengguna media sosial juga memberi kritik kepada pemerintah yang mereka anggap belum serius dalam menegakkan hukuman terhadap koruptor, termasuk tidak adanya pengembalian atau perampasan aset secara menyeluruh.
Kasus Pemerasan DWP, Anak Buah Eks Dirnarkoba Polda Metro Dipecat
“Prabowo juga mengkampanyekan UU Perampasan Aset. Tapi yaa gitu lah. Entah kelupaan, entah skedulnya, atau memang nggak niat merealisasikan. Kayaknya takut, ntar malah kena keluarga atau kerabat dekat,” komentar @hade*******.
Namun, ada juga yang mempertanyakan apakah gagasan tersebut akan dapat terealisasi dengan baik jika Anies benar-benar terpilih menjadi presiden. “Pak Anies nggak bakalan menang kayaknya di Pilpres soalnya di Pilgub aja dijegal soalnya penjahat Konoha takut sama pemimpin-pemimpin jujur, takut nggak bisa korupsi,” sahut @dadi***********.
Harapan untuk Reformasi Hukum yang Lebih Tegas
Gagasan Anies untuk memiskinkan koruptor mendapatkan banyak dukungan dari kalangan yang merasa frustrasi dengan hukum yang tidak memberi efek jera kepada pelaku korupsi besar. Banyak yang berharap bahwa jika terpilih nanti, Anies bisa menerapkan kebijakan yang benar-benar menegakkan hukum tanpa pandang bulu dan mencegah para koruptor kembali menikmati hasil tindak pidana mereka.
Sementara itu, publik terus mengawasi perkembangan kasus Harvey Moeis, dengan banyak yang berharap agar hukum tidak lagi memberikan “jalan keluar mudah” bagi pelaku korupsi besar di Indonesia.

